INDUSTRY.co.id - Jakarta-Di tengah sentimen negatif masih adanya kekhawatiran akan terjadinya perang dagang, laju bursa saham Asia mencoba berbalik menguat. Pelaku pasar mencoba memanfaatkan pelemahan harga saham sebelumnya untuk kembali masuk.
“Nikkei bergerak positif dengan dukungan saham-saham konsumer dan teknologi namun, diimbangi pelemahan pada saham-saham material dan perbankan,” ujar Reza Priyambada, analis Binaartha_Institutional Research di Jakarta, Kamis (21/6/2018).
Ia katakan, Kospi menguat dengan kenaikan saham-saham logam. ASX menguat dengan dukungan saham-saham keuangan. Bahkan sejumlah indeks saham Tiongkok mampu berbalik positif dengan naiknya volume beli.
Pada zona Eropa, ia bilang pergerakan positif juga terjadi pada laju bursa saham Eropa dimana pelaku pasar turut memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk masuk. Indeks pan-European Stoxx 600 menguat 0,28 persen dengan dorongan pada seluruh sektor, terutama pada sektor _basic resources_. Begitupun dengan saham-saham di sektor perbankan, media, hingga perawatan kesehatan yang mampu bergerak positif.
Sementara pada laju bursa saham AS bergerak variatif dimana Nasdaq dan S&P500 bergerak positif namun, DJIA melemah. Nasdaq menguat dengan dukungan saham Facebook dan Netflix. Sementara, S&P500 bergerak positif dengan dukungan saham-saham media, terutama saham Disney yang bergerak di teritori positif.
“Di sisi lain, di tengah potensi ketegangan perang dagang antara AS dan Tiongkok, sentimen positif datang dari rencana sejumlah pejabat AS yang mencari kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa, terutama pada impor kendaraan dari Uni Eropa,” katanya.