Rizal Ramli, Capres Yang Bersuara di Forum Dunia

Oleh : Arief Gunawan | Senin, 11 Juni 2018 - 04:07 WIB

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)
Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Ajun Komisaris Besar Polisi Mangil Martowidjojo tak dapat menahan bangga saat pidato Bung Karno menggelegar ditingkahi oleh gemuruh tepuk tangan para wakil bangsa-bangsa dalam Sidang Umum XV PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di New York, Amerika Serikat, pada bulan Agustus 1960.

Andai ia bukan ajudan yang merupakan pengawal pribadi Presiden Sukarno ingin rasanya ia ungkapkan rasa bangganya dengan ikut bersorak atau memekikkan kata-kata kagum kepada Presiden Pertama RI itu.

‘’Bung Karno menawarkan kepada PBB agar masyarakat dunia dapat hidup tenang, sejahtera lahir batin, aman tenteram dan damai, maka PBB memakai Pancasila, memakai asas Pancasila. Bung Karno menerangkan satu per satu, butir per butir dari kelima mutiara itu dengan gayanya yang sangat luar biasa,’’ kenang Mangil di dalam memoarnya, ‘’Kesaksian Tentang Bung Karno 1945-1967’’.

Itulah pidato Sukarno yang terkenal, To Build The World A New, yang menggetarkan dan memberikan cakrawala pandang baru kepada para pemimpin dunia ketika itu.

Saat akhir pidato tepuk tangan berlangsung tak henti-hentinya. Para wakil bangsa-bangsa berdiri dengan bertepuk tangan tanda menyetujui apa yang diucapkan oleh Sukarno.

Pidato dalam bahasa Inggris itu diterjemahkan pula ke dalam bahasa Rusia, Perancis, Jerman, dan China.

Demikianlah salah satu dari sekian banyak reputasi internasional Sukarno di forum dunia. Ia bukan saja menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang beradab, bukan bangsa yang oleh kolonialis Belanda dulu dihinakan sebagai Het Zachtmoedigste Volk ter Aarde alias Bangsa Yang Paling Lunak di Dunia, atau ‘’Bangsa Tempe Yang Selalu Dikira Tidur Ayam’’. Sukarno melalui pidato yang memikat dan mengikat para pendengarnya itu membuktikan Indonesia bukanlah bangsa yang berjiwa Minderwaardigheids-Complexen atawa bangsa yang minder belaka, yang hanya bisa membungkuk-bungkuk dan berdiri mengapurancang di muka para pembesar asing dan aseng…

Kini di tengah sikap inwardlooking para elit penguasa hari ini yang saling bertikai untuk urusan-urusan yang semakin menjauh dari persoalan-persoalan substantif solusi kebangsaan beruntunglah Indonesia masih memiliki tokoh seperti Dr Rizal Ramli, sosok tokoh nasional yang sejak muda belia telah memiliki riwayat panjang dalam forum dunia.

Dalam jabatannya sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya yang hanya sebelas bulan itu misalnya --(Rizal Ramli mendadak direshuffle secara zolim akibat adanya kepentingan para taipan dan Pengpeng alias penguasa merangkap pengusaha)--, legacy Rizal antara lain adalah mengubah nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara, yang secara kepentingan geopolitik nasional merupakan langkah terobosan di tengah berkecamuknya sengketa sejumlah negara asing terhadap kawasan itu. Perubahan nama ini telah diakui oleh dunia internasional.

Sebagai tokoh yang menjalin persahabatan dengan para pemimpin Asia, antara lain dengan Mahathir Mohamad (termasuk dengan Anwar Ibrahim dan Nadjib Razak), dan para pemimpin China Rizal Ramli menyampaikan gagasan penting mengenai perlunya melakukan diplomasi berupa negosiasi untuk membatasi kehadiran para Tenaga Kerja China maksimal menjadi lima persen, agar tidak menimbulkan keresahan dan gejolak di tengah sempitnya lapangan kerja nasional dan tingginya angka pengangguran di dalam negeri.

Rizal merupakan sahabat dekat Amartya Sen peraih Nobel Bidang Ekonomi asal India, yang bersama-sama dengan Rizal merupakan panelis dan penasihat ahli ekonomi untuk badan dunia PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Termasuk bersama Sir James Alexander Mirrlees ekonom terkemuka asal Skotlandia, peraih Nobel Bidang Ekonomi.

Pada akhir 1990-an ketika Vietnam hendak mempercepat pembangunannya, Rizal Ramli diminta badan PBB yaitu UNDP (United Nations Development Programme) untuk mereview rencana pembangunan 20 tahun Vietnam.

Sebagai ekonom pejuang ekonomi pro kerakyatan Rizal Ramli memiliki jaringan dan pertemanan yang luas dengan para ekonom internasional dan merupakan dosen tamu di sejumlah universitas terkemuka luar negeri.

Terobosan lain Rizal Ramli saat jadi Menko adalah mempelopori berdirinya Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit/Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), hingga menjadi komunikator perintis bagi kerjasama maritim dengan negara-negara seperti Belgia, Perancis, Portugal, Belanda, dan lainnya yang merupakan bagian dari Diplomasi Maritim demi untuk mewujudkan cita-cita Poros Maritim yang konon katanya dicita-citakan oleh Presiden Jokowi.

Waktu mahasiswa di ITB Rizal telah terbiasa diundang untuk menghadiri forum-forum internasional, bahkan mendapatkan bea siswa di Jepang dan kemudian menempuh pendidikan ekonomi di Boston, Amerika, hingga mencapai gelar doktor.

Ketika sehabis Arab Spring PBB meminta Rizal Ramli untuk memberikan kuliah tentang transisi ekonomi kepada para pemimpin Arab Spring yang berkumpul di Maroko.

Ketika masih aktif menjalankan Econit, lembaga ekonomi yang paling disegani oleh Orde Baru karena forecasting-nya yang cermat dan banyak terbukti, Rizal Ramli hampir dua atau tiga kali ke luar negeri setiap bulannya untuk memenuhi berbagai undangan, dan menerima banyak tamu dari berbagai negara di kantornya yang sederhana, sehingga tidak heran hampir di tiap negara Rizal Ramli memiliki sahabat.

Seakan memiliki pertalian riwayat; Sukarno dan Rizal Ramli masing-masing memiliki banyak sahabat di mancanegara. Nama Sukarno sendiri diabadikan menjadi nama jalan raya di sejumlah negeri, seperti di Maroko, Pakistan, Mesir, Lahore, dan dijadikan nama sebuah masjid di St Petersburg.

Dalam beberapa hari belakangan ini Rizal Ramli kembali menyuarakan kepentingan Indonesia di forum dunia dengan memenuhi undangan dari Heritage Foundation, sebuah lembaga prestisius, yaitu yayasan para pemikir Amerika Serikat yang memegang peranan penting dan berpengaruh di negeri Paman Sam itu dalam hal kebijakan umum.

Selama di Amerika Rizal menjadi tokoh penting untuk didengarkan pandangannya termasuk oleh para pemikir maritim Amerika di Washington dan di Arlington. Menurut rencana Rizal Ramli juga akan hadir dalam forum Carter Center.

Esensinya sebagai patriot nasionalis sejati Rizal Ramli menyuarakan kepentingan Indonesia dalam konteks geopolitik, geoekonomi, serta geostrategis di forum-forum berwibawa tersebut.

Harus dikatakan pula bahwa Rizal Ramli adalah capres terdepan yang menyuarakan Indonesia di forum dunia saat ini, ketika para capres atau para cawapres lainnya ribet oleh urusan pencitraan, oleh omong kosong yang mengelabui rakyat, dan disinyalir terlibat dalam kasus-kasus hukum.

Mereka ternyata ibarat kodok di dalam tempurung. 

Mengaum laksana singa ompong. 

Ibarat kambing mengembik-ngembik di dalam kandang

Rizal Ramli, Capres Yang Bersuara Di Forum Dunia www.twitlonger.com/show/n_1sqie0v?new_post=true

Arief Gunawan, Wartawan Senior

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), di Gramedia Matraman, Sabtu (20/4/2019)

Sabtu, 20 April 2019 - 21:10 WIB

Hari Perlindungan Konsumen, Sektor Properti Paling Banyak Diadukan Konsumen

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperingati hari ulang tahun ke 20 tahun Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Dalam peringatan tersebut, pihaknya menyebut bahwa sektor perumahan…

The Museum of Innocence Turki (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 21:00 WIB

Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi Para Kutu Buku di Hari Buku Dunia

Buku dapat membawa Anda ke tempat-tempat yang baru dan menarik, bahkan dunia yang sama sekali baru. Di Hari Buku Dunia (World Book Day, 23 Maret 2019) kali ini, Agoda akan membawa Anda dalam…

Huawei Undang Penggunanya Ikuti Huawei Next-Image Masterclass

Sabtu, 20 April 2019 - 18:40 WIB

Huawei Undang Penggunanya Ikuti Huawei Next-Image Masterclass

Huawei Indonesia mendorong pengguna memandang dengan lebih luas melalui smartphone mereka lewat HUAWEI Next Image Masterclass

Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa bertemu produsen obat hewan

Sabtu, 20 April 2019 - 18:24 WIB

Dorong ekspor, Kementan ajak produsen tingkatkan kualitas obat hewan Indonesia

Jakarta - Kementerian Pertanian mengajak seluruh Produsen Obat Hewan Indonesia untuk terus memperluas akses pasar melalui peningkatan kualitas obat hewan dengan penerapan Cara Pembuatan Obat…

Dufan Ancol (FotoDok Industry.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 18:00 WIB

Dufan Ancol Buka Malam Hari

Ada kabar baru dari Ancol, Dunia Fantasi (Dufan) akan buka malam hari! Mungkin belum pernah terbayangkan oleh masyarakat serunya main wahana Halilintar, Histeria, Tornado, Kora-Kora dan Bianglala…