INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menyambut hari raya Idul Fitri 1439 H, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat melakukan langkah antisipasi akan kebutuhan sektor ESDM agar tetap terpenuhi oleh semua lapisan masyarakat.

Inspeksi dilakukan ke beberapa lokasi yang bersinggungan dengan sektor ESDM seperti penyediaan pasokan Bahan Bakar Mesin (BBM), sistem keandalan listrik hingga mitigasi kebencanaan geologi.

Dua pekan menyambut lebaran, Menteri ESDM Ignasius Jonan menelusuri jalan tol Trans Jawa bersama Plt. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Ide ini berawal dari antisipasi lonjakan konsumsi BBM di setiap tahunnya, mulai dari SPBU maupun TBBM Cikampek hingga Ngajuk yang berada di ujung timur Jawa, ia tinjau dengan saksama.

Selama blusukan, Jonan memastikan pasokan energi mulai dari BBM, LPG hingga Avtur mencukupi untuk dikonsumsi. Pemerintah juga memberikan beberapa kemudahan fasilitas dibeberapa titik kemacetan. Misalnya, keberadaan motoris BBM, kiosx Pertamax, mobil dispenser unit, BBM kemasan hingga SPBU self service dengan digitalisasi nozel.

Tak kalah penting dari pantauan Jonan adalah jaminan atas penyediaan Premium sebagi tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo akan kesedian premium di Jawa, Madura dan Bali melalui Peraturan Presiden Nomor 43 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Peraturan ini merupakan perubahan regulasi sebelumnya, yaitu Perpres Nomor 191 Tahun 2014.

Selang empat hari, Menteri ESDM berbagi tugas dengan Wakil ESDM Arcandra Tahar. Keduanya menitikberatkan daerah destinasi wisata sebagai kunjungan kerja mereka. Arcandra melawat ke Bali, Kamis (7/6/2018) memantau kondisi Gunung Agung sekaligus memastikan pasokan energi wilayah tersebut.

Di hari yang sama, Jonan bertolak ke Kaliurang, Yogyakarta di malam hari guna memantau pos pengamatan Gunung Merapi serta kesiapan SPBU menyalurkan premium di Jamali pada saat tenggat waktu yang ditetapkan.

Sementara, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Sommeng kebagian tugas meninjau Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P2BJB) PT PLN di Gandul Depok. Ia melihat pola beban puncak konsumsi listrik menghadapi libur lebaran.

Demi memastikan imbauan kepada masyarakat, Kementerian ESDM juga gencar melakukan sosialiasi di dunia digital. Media sosial jadi sasaran utama. Informasi penting, mulai dari tips mudik hingga call center tercatat di kanal resmi Kementerian ESDM berserta badan usaha terkait.

Kepastian akan peningkatan standar layanan publik adalah satu dari dua kebijakan penting Pemerintah dalam minggu ini. Kebijakan lain adalah kepastian akan peningkatan nilai investasi hulu migas melalui persetujuan skema Gross Split atas Blok Citarum dan Merak Lampung.

Dua blok tersebut melengkapi 20 blok migas skema gross split baik dengan sistem lelang maupun terminasi yang sebagian besar dikelola oleh PT. Pertamina. Nilai investasi dari komitmen kerja pasti keduanya cukup besar, yaitu US$5.075.000 dengan bonus tanda tangan sebesar US$1.250.000.

Jonan menilai Pertamina akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui peralihan 12 blok migas terminasi. Sumbangan ini diharapkan mampu sebagai kompensasi sisi finansial atas penugasan penyediaan premium di penjuru tanah air termasuk penugasan baru di Jamali.

Di sisi lain, Arcandra menilai kehadiran sistem bagi gross split menumbuhkan kepercayaan bisnis hulu migas. Tercatat, hanya dalam kurun waktu dua tahun, WK terminasi 2019 dan 2020, nilai komitmen pasti mencapai bisa mencapai US$480 juta dolar.

Pencapaian ini sungguh fantastis dibandingkan dengan era sebelumnya dengan model cost recovery. Gross split, imbuh Arcandra, sanggup membuat iklim investasi lebih menggeliat. Bahkan di hari akhir kerja sebelum liburan cuti bersama lebaran, Arcandra melayani para jurnalis hingga sore hari untuk memberikan penjelasan akan dampak positif dari skema Gross Split.