INDUSTRY.co.id -Tegal - Panen perdana 67 hektare bawang putih dari wajib tanam PT Karunia Alam Segar dan PT Prakarsa Alam Segar bekerjasama dengan kelompok tani Berkah Tani menghasilkan 12 ton basah per hektare.
Acara panen perdana ini dihadiri 50 orang petani, Manajemen PT Wings Group dan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal beserta jajarannya. Panen bawang putih ini dilaksnakan di Desa Tuwel Tegal kaki Gunung Slamet, Rabu (30/5/2018).
Stevanus Nathanail dari PT Wings mengatakan "kami tanam bawang putih varietas sangga sembalun system multilple cropping seluas 0.25 hektare sayuran bawang dan tomat. Hasil panennya 12 ton basah perhektare bawang putih. Panennya pada umur tanaman 105 hari pada hamparan seluas 67 hektare.
Hasil panen bawang putih ini akan dijadikan benih lagi dan akan ditanam pada musim berikutnya. Kami akan menanam lebih luas lagi, ujar Stevanus.
Pola Multiple cropping ini juga menguntungkan petani, karena petani bisa menghasilkan produksi bawang daun dan tomat. Hasilnya bagus, jelasnya.
Salah satu penggiat bawang putih Tegal Ahmad Maufur didampingi H Khamdan sesepuh masyarakat Tuwel dan H Hakim menyampaikan rasa syukur karena panen saat ini bagus di musim yang masih ada hujan ini.
"Alhamdulillah Panen saat ini sangat istimewa. Meski masih ada hujan, namun hasil panennya bagus, hingga 12 ton basah perhektare," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Ir Khofifah MM didampingi Manajemen PT Wings Stevanus Nathanail dari Surabaya yang melaksanakan panen simbolis berharap petani terus bersemangat dan berharap panen seterusnya juga bagus terus.
Dalam Kesempatan tersebut, Khofifah juga berpesan kepada kelompok tani yang sudah menjadi percontohan nasional dalam hal penerapan Geotagging dan Registrasi lahan terus dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat lainnya.
"Sosialisasi penerapan Geotagging dan Registrasi lahan harus terus dilakukan dan menjangkau Masyarakat lainnya karena sangat memudahkan pemantauan dan pengendalian pertanaman," tandasnya.
Di tempat terpisah Direktur Jenderal Hortikuktura, Dr Suwandi mengatakan "Saya apresiasi bagi pelaku usaha yang telah merealisasikan wajib tanam dan menghasilkan produksi. Bermitra dengan petani ini bagus dan menguntungkan kedua belah pihak.
Saya berpesan kepada pelaku usaha lainnya untuk mengikuti keberhasilan panen bawang putih ini. Kuncinya adalah tanam di lokasi yang sesuai dan menggunakan benih lokal atau benih impor yang direkomendasikan.
Pemetaan sebaran lokasi tanam bawang putih sudah dilakukan di Lombok Timur dan segera menyusul di lokasi lain. Hasilnya secara online sudah bisa diakses di http://sig.pertanian.go.id/