INDUSTRY.co.id - Kupang- Otoritas Balai Taman Nasional Komodo (TNK) melihat aksi terorisme di Tanah Air seperti di Surabaya, Sidoarjo dan Riau belum lama ini tidak berdampak signifikan terhadap sector  wisatawan ke Taman Nasional Komodo.

Advertisement

"Peristiwa terorisme tidak berdampak signifikan terhadap arus kunjungan wisatawan ke sini (TNK)," kata Kepala Balai TNK Budi Kurniawan saat dihubungi Antara dari Kupang, Jumat (18/5/2018)

Ia mengatakan hal tersebut ketika ditanya tentang dampak serangan teroris tersebut terhadap aktivitas kunjungan wisatawan ke Komodo yang merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan nasional tersebut.

Advertisement

Aksi serangan teroris di Tanah Air tersebut seakan mendesak sedikitnya 14 negara mengeluarkan "travel advice" terhadap warganya yang berpergian ke Indonesia, Inggris, Polandia, Perancis, Irlandia dan Swiss.

Selain itu sembilan negara lainnya yakni Amerika, Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Kanada, Filipina dan Brazil.

Advertisement

Dikeluarkannya "travel advice" itu, menurut Budi Kurniawan, bisa saja mengurungkan niat wiasawatan berkunjung ke Indonesia termasuk wisata TN Komodo sebagai destinasi dunia yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis).

Namun aktivitas wisatawan yang sudah berada di TN Komodo maupun Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, tetap berlangsung bahkan ada pula wisatawan yang juga berdatangan ke daerah setempat.

Advertisement

Ia mengatakan pemerintah daerah Manggarai Barat bersama aparat keamanan setempat juga terus melakukan pengamanan terutama pada pintu masuk di pelabuhan dan bandara Komodo di Labuan Bajo.

Selain itu, lanjutnya, pengamanan di dalam kawasan TN Komodo tetap dilakukan seperti biasa melalui patroli rutin pengamanan maupun pengawasan pengunjung.

"Tentunya pemerintah secara nasional juga telah meningkatkan pengamanan. Kami berharap situasi ini segera membaik sehingga aktivitas wisatawan ke Komodo tetap aman dan lancar," demikian Budi Kurniawan.