INDUSTRY.co.id -Jakarta-PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) berpeluang memperoleh laba karena pengelolaan Tandan Buah Segar (TBS) yang sudah efisien. Felda (The Federal Land Development Authority) perusahaan asal Malysia, diperkirakan akan dapat added value dari investasinya ke  BWPT. 

Advertisement

Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengatakan, Felda dapat menikmati hasil kedepannya. Itu dapat dilihat dari harga yang masih undervalue dan tanaman masih muda.

Ia akui BWPT prospektif untuk investasi dengan dasar tanaman masih muda dan masuk  usia prima sehingga produksinya akan melonjak.

Advertisement

"Kalau soal harga itu relatif undervalue atau overvalue. Dengan melihat kapasitas yang dimiliki BWPT, harga 180 memang sangat rendah. Belum mencerminkan nilai fundamental perusahaannya. Paling enggak, minimal harga bisa di 500-600," kata dia di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Ia mengatakan, politik di Malysia diharapkan tidak akan mempengaruhi Felda untuk mengubah investasi di BWPT. Sejauh ini, jika Felda mau terjun mengembangkan BWPT, tentunya berdampak positif terhadap investor asal Malaysia.

Advertisement

Tahun lalu, Felda mengakuisisi BWPT nilainya  mencapai US$ 505,4 juta atau setara Rp 6,7 triliun atau 37 persen dari saham yang diserahkan BWPT ke Felda.

"Adanya sisi positif dari operasional BWPT yang bisa dikembangkan atau dimaksimalkan seharusnya dapat memberikan added value buat pemegang saham. Untuk long term dengan usia produktif tanaman tersebut diharapkan bisa kasih hasil bagus untuk pemegang saham," katanya.

Advertisement

Dengan demikian, Felda didorong confiden dengan direksi BWPT yang bersiap melakukan inovasi untuk menghasilkan TBS  berkualitas sehingga dapat diterima baik di pasar internasional.

"Itu juga ide bagus untuk pengembangan BWPT ke depannya karena produksi CPO banyak ragam turunannya," katanya.