INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah menyerap dana sebesar Rp4,05 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (15/5/2018) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp9,1 triliun.

Advertisement

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (15/5/2018)  menyebutkan jumlah dana ini memenuhi target indikatif sebesar Rp4 triliun.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS03112018 mencapai Rp0,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,625 persen dan imbalan secara diskonto.

Advertisement

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada tanggal 3 November 2018 sebesar Rp4,17 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 4,59375 persen dan tertinggi 7,0 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS016 sebesar Rp0,84 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,44518 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen.

Advertisement

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2020 mencapai Rp1,47 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,28125 persen dan tertinggi 6,96875 persen.

Untuk seri PBS002, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,19 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,85508 persen dan tingkat imbalan 5,45 persen.

Advertisement

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada tanggal 15 Januari 2022 mencapai Rp1,439 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,75 persen dan tertinggi 7,21875 persen.

Untuk seri PBS012, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,86 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,77764 persen dan tingkat imbalan 8,875 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada tanggal 15 November 2031 mencapai Rp1,01 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,65625 persen dan tertinggi 8,03125 persen.

Untuk seri PBS004, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,66 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,98905 persen dan tingkat imbalan 8,875 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2037 mencapai Rp0,68 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,8125 persen dan tertinggi 8,15625 persen.

Pemerintah tidak memenangkan lelang untuk seri PBS017 meski penawaran yang masuk mencapai Rp0,332 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,4375 persen dan tertinggi 7,75 persen.

Sebelumnya, pemerintah hanya menyerap dana Rp1,38 triliun dari lelang tujuh seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Rabu (2/5) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp5,53 triliun.