INDUSTRY.co.id - Bantul- Produktivitas padi petani di Kelompok Tani Madya Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada musim panen Mei rata-rata mencapai delapan ton gabah kering panen per hektare.
"Total sawah yang panen pada musim ini seluas 21 hektare, produktivitasnya ada yang delapan ton ada yang 10 ton GKP (gabah kering panen) per hektare, namun kalau dirata-rata delapan ton per hektare," kata Ketua Kelompk Tani (Poktan) Madya Desa Kebonagung Bantul Ngatijo di Bantul, Selasa (8/5/2018)
Produktivitas padi yang mencapai delapan ton GKP per hektare itu melebihi produktivitas rata-rata kabupaten yang sekitar tujuh sampai delapan ton per hektare. Itu karena penggunaan benih padi varietas unggul.
"Sebagian lahan menggunakan benih inpari 23 dan Situbagendit. Namun mayoritas jenis Situbagendit, kedua varietas ini lebih tahan terhadap serangan hama wereng batang coklat, sehingga hasilnya bisa maksimal," katanya.
Ia menjelaskan, total anggota Poktan Madya sebanyak 120an petani, para petani di poktan ini juga mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan setempat terkait budi daya tanaman pangan.
Selain itu, kata dia, pendampingan juga terkait dengan perlakuan sistem pertanian organik serta pemanfaatan pupuk kompos lebih banyak ketimbang urea, guna menjaga kesuburan lahan dan keberlanjutan usaha pertanian itu.
"Demplot pertanian organik di lahan ini dilakukan pada lahan seluas enam hektare, sementara sisanya pengelolaan tanam terpadu menggunakan pupuk kompos. Pertanian organik untuk jangka panjang, juga hasilnya bagus," katanya.
Ngatijo juga mengatakan, pertanian organik di bulak Jayan Desa Kebonagung yang menjadi lahan garapan Poktan Madya akan terus diperluas jangkauannya, meski tidak mudah dilakukan sebab perlu mengubah pola pikir petani yang sudah tua.
"Inovasi dari kelompok ini akan terus kita perluas, apalagi selama ini kita pernah menerima perwakilan mahasiswa dari luar negeri seperti Jerman, Korea Selatan, Jepang untuk melakukan penelitian tanah organik," katanya. (Ant)