INDUSTRY.co.id - Presiden Jokowi mengingatkan seluruh direktur utama (Dirut) hingga direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap tindak pidana korupsi, dalam acara "executive leadership program" (ELP).

Advertisement

Jokowi menyindir kasus skandal suap yang menyeret mantan Dirut BUMN. Meski tidak menyebut nama, namun sindiran Jokowi mengarah kepada kasus suap mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah.

"Hati-hati kejadian 2012 ketemunya sekarang. Hati-hati, saya enggak ngomong di BUMN mana, tapi gambarnya ada," kata Jokowi seperti dilansir Antara, di hadapan sekitar 600 petinggi BUMN yang akan mengikuti ELP Istana Negara Jakarta, Rabu (25/1).

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan agar para petinggi BUMN selalu menjaga "good corporate governance". "Saya minta semua BUMN betul-betul jangan sampai ada yang kena masalah lagi. Saya enggak mau ada yang kena masalah lagi, baik Dirut, direksi, baik di bawahnya jangan sampai, hati-hati semuanya, 'governance', hati-hati," tutur Presiden.

Untuk itu, Jokowi meminta para petinggi BUMN tidak perlu takut mengambil keputusan jika merasa tidak melakukan kesalahan.

Advertisement

"Hati-hati, hati-hati, hati-hati. Jangan sampai ada yang datang ke saudara atas nama saya, siapapun enggak mau saya, nama saya dipakai-pakai. Enggak siapapun, entah orang dekat saya, saudara saya, enggak ada. Ini saya ingatkan," tukasnya.

Ia mengatakan di era keterbukaan saat ini publik langsung bisa memantau kinerja BUMN. "Karena sekarang ini era keterbukaan ini saudara lakukan kesalahan sekarang, ketemunya 5-10 tahun yang akan datang bisa," tegasnya.

Advertisement