INDUSTRY.co.id - Temanggung- Para petani di lereng Gunung Sindoro yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Budi Lestari, Desa Katekan, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melakukan panen bawang putih.

"Tanaman bawang putih yang dipanen ini ditanam pada akhir 2017 yang merupakan bantuan dari APBN Perubahan 2017," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin Zuhdi di Temanggung, Senin (7/5/2018)

Ia menyebutkan produktivitas tanaman bawang putih di Desa Katekan rata-rata 8,5 persen atau masih di bawah produktivitas di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, yang produktivitasnya mencapai 10 ton per hektare.

Ia mengatakan produktivitasnya masih di bawah Desa Glapansari, kemungkinan karena pemupukan kurang maksimal dan bibitnya bukan lokal Temanggung.

"Hal ini tidak masalah, ternyata tanaman bawang putih bisa tumbuh dengan baik tinggal nanti dilakukan pembenahan untuk mengejar produktivitas. Di sini memang bukan daerah sentra utama," katanya.

Ia menuturkan pada 2018 luas tanaman bawang putih di Temanggung bertambah, dari 2017 seluas 1.170 hektare, tahun ini menjadi 1.930 hektare. Petani akan kembali menanam bawang putih usai tanam tembakau, yakni sekitar Oktober.

Ia mengatakan luasan tanam bawang putih 2018 hampir 2.000 hektare, membutuhkan bibit sekitar 1.000 ton. "Guna mencukupi kebutuhan bibit tersebut, petani sudah siap dari hasil panen saat ini," katanya.

Di Kecamatan Ngadirejo terdapat lima desa yang menjadi sasaran program budi daya tanaman bawang putih seluas 95 hektare, meliputi Desa Katekan 40 hektare, Munggangsari 15 hektare, Giripurno 10 hektare, Tegalrejo 20 hektare, dan Desa Purbosari 10 hektare.

Ketua Gapoktan Budi Lestari Desa Katekan Puryadi mengatakan para petani di wilayahnya pernah menanam bawang putih tahun 1990an, namun karena pada waktu itu harga bawang putih murah kemudian petani tidak mau menanamnya.

"Waktu itu dengan kesadaran sendiri petani menanam bawang putih, namun karena harga nya hancur gara-gara bawang putih impor maka petani tidak mau menanam lagi dan baru sekarang ini menanam dan panen lagi," katanya.

Pengamat Hama Penyakit Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Temanggung, Rohmad mengatakan dalam program budi daya bawang putih ini pihaknya terus mendampingi petani.

"Dari sisi hama dan penyakit, hampir tidak ada kendala yang berarti. Kami melakukan pengendalian hama dan penyakit menggunakan bahan ramah lingkungan," katanya. (Ant)