INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dari sekitar 54 (lima puluh empat) janji kampanye Jokowi-JK ternyata hanya 8 (delapan) janji saja yang benar-benar diingat oleh responden, dengan prentasi di atas 50%. Hampir 70 persen responden mengatakan Jokowi tidak menepati janji.
Peneliti INES dalam paparannya menyatakan, survei tersebut dilakukan pada 12-28 April 2018. Survei dilakukan kepada 2.180 responden yang dipilih secara proporsional di 408 Kabupaten/kota di Indonesia.
“Metode yang dilakukan dengan multistage random sampling. Margin of error dari survei ini yakni +- 2,1%, dengan tingkat kepercayaan 95%,” ujar Direktur INES Oskar Vitriano, dalam paparannya, di JakartaMinggu (6/5/2018).
Hampir 70 persen responden mengatakan Jokowi tidak menepati janji. Sedangkan 19,5% menyatakan janji Jokowi-JK dipenuhi.
Dari janji-janji kampanye tersebut, hampir 70 persen responden mengatakan Jokowi tidak menepati janji. Sedangkan 19,5% menyatakan janji Jokowi-JK dipenuhi. Dan, sisanya 12,3% tidak menjawab.
Apa saja janji-janji yang paling diingat rakyat Indonrsia? Nah Ini dia daftarnya, menurut lembagai survei Indonesia Network Election Survey (INES), sebagai berikut :
1. Swasembada Pangan (89,8%)
Swasembada Pangan yang merupakan salah satu program unggulan dari janji Jokowi-JK dimata responden jauh panggang dari api, itu bisa terlihat dari hampir 79.6% responden mengatakan Jokowi-JK gagal menciptakan Swasembada Pangan.
Sedangkan sebanyak 12.3% responden mengatakan Pemeritahan Jokowi-JK sudah melakukan upaya tersebut. Sedangkan sisanya sebesar 8,1% tidak menjawab
2. Menurunkan Harga Sembako (89,1%)
Impor beras dan beberapa komoditi lainnya menurut responden belum mampu menurunkan harga sembako di pasaran, pernyataan ini disampaikan oleh 75,7% responden.
Sedangkan 14,9% mengatakan pemerintahan Jokowi-JK telah mampu menstabilkan harga sembako. Sedangkan sisanya sebesar 9,4% tidak menjawab.
3. Membeli kembali Indosat (88,7%)
Janji Jokowi-JK untuk membeli kembali Indosat dinyatakan oleh 94,8% tidak terjadi dan sisanya sebesar 5,2% mengatakan tidak tahu.
4. Menolak Hutang Luar Negeri (85,7%)
Sebanyak 72,7% responden tidak setuju dengan jumlah utang negara yang terus bertambah di era Jokowi – JK karena akan memberatkan masyarakat di masa depan.
Karena beban pembayaran hutang luar negeri tersebut dibeban pada masyarakat dengan menggenjot pajak.
Dan sebanyak 20,1% setuju Jokowi-JK berhutang banyak keluar negeri asal digunakan dengan benar dan tidak di korupsi. Sisanya sebesar 7,1% mengatakan tidak tahu.
5. Penciptaan Lapangan Kerja (84,8%)
71,7% responden menyatakan selama 3 (tiga) tahun terakhir sangat minim lapangan pekerjaan baru yang bisa didapati oleh masyarakat.
Dan dari jawaban responden mengatakan kalau anak-anak mereka yang sudah masuk sebagai angkatan kerja baru selama 2 tahun menganggur baru bisa mendapatkan pekerjaan
Itupun tidak sesuai dengan bidang yang digelutinya. 26,7% mengatakan tersedia lapangan kerja (banyak). Dan sisanya sebesar 1,6% tidak menjawab.
6. Membangun Infrastruktur (82,3%)
49,4% responden puas dengan program pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Jokowi-JK walaupun masyarakat belum menikmati infrastruktur yang dibangun.
Masyarakat mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan tidak berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga mereka.
Dan sebanyak 41,2% tidak puas dengan pembangunan infrastruktur oleh Jokowi-JK. Sedangkan 9,4% responden tidak menjawab.
7. Membangun Tol Laut (80,6%)
Pembangunan Tol Laut belum dapat dirasakan oleh 62,9% responden. Responden mengatakan tidak tahu manfaat bagi mereka akan adanya Tol Laut tersebut.
Sedangkan 33,4% responden mengatakan Tol Laut bermanfaat, walaupun mereka belum tahu kegunaan Tol Laut itu sendiri. Sedangkan sisanya sebesar 3,7% memilih tidak menjawab.
8. Tidak bagi-bagi kursi ke Partai (70,6%)