INDUSTRY.co.id, Nusa Tenggara Timur - Memiliki daya tarik berupa bentangan alam dan ekosistem yang luar biasa,menjadikan Labuan Bajo, Nusa Tenggera Timur semakin populer di mata para pencari keindahan. Tahukah Kamu, di sana ada perbukitan yang menjulang tinggi yang bernama Pulau Padar hingga menyaksikan ikan pari Manta.

Advertisement

Salah satu primadona di Labuan Bajo yaitu berinteraksi dengan Komodo yang termasuk hewan purba yang mendiangi Taman Nasional Komodo. Keindahan alam yang disuguhkan, banyak menarik perhatian para wisatawan salah satunya yaitu pasangan asal Austria, Christope (44) dan Lina (30).

Taman memiliki luas 173.300 hektare. Tahun 1991, UNESCO menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage. Tahun 2011, Taman Nasional Komodo masuk dalam jajaran New 7 Wonders di dunia.

Advertisement

Dikutip dari facebook Kemenpar, Sabtu (28/4/2018), mereka datang ke berlibur ke Indonesia, khususnya Labuan Bajo, untuk menyaksikan langsung Komodo dan ikan pari Manta. Mereka direkomendasikan temannya yang sudah lebih dahulu ke Labuan Bajo sekitar tiga tahun lalu.

“Saya sangat excited sekali ke sini. Perjalanan ini sudah saya rencanakan sejak tahun lalu atas rekomendasi teman. Dan merupakan impian saya bisa melihat Komodo langsung dihabitatnya dan berenang bersama Manta,” ujar Christope saat dijumpai di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Jumat (27/4/2018).

Advertisement

Sebelum melihat Komodo, Christope juga sempat menginjakan kaki di Pulau Padar. Pulau terbesar ketiga di Labuan Bajo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau Padar membuatnya jatuh hati. Lantaran lanskap Pulau Padar yang tak pernah dia lihat di berbagai penjuru dunia.

“Saya pernah berkeliling Eropa. Di Asia, saya pernah ke Filipina. Dan pemandangn ini sangat luar biasa. Saya tidak pernah melihat pemandangan seperti ini. Mulai dari hijaunya bukit, yang berpadu dengan warna biru laut, dan putihnya pasir yang dilihat dari puncak. Sangat membuat saya jatuh cinta. Dan tentunya saya akan merekomendasikan ke kolega, keluarga hingga kawan-kawan saya. Mereka harus memasukan Labuan Bajo dalam wish list mereka untuk berwisata,” katanya.

Advertisement

Berbeda dengan Christope, Lina mengaku penasaran ingin melihat Pari Manta. Dirinya sampai menyempatkan kursus menyelam sebelum tiba di Labuan Bajo.

“Sebelum ke sini saya sengaja ngambil lisensi diving di Bali. Saya ingin melihat lebih dekat ikan pari Manta yang katanya sangat ramah dengan para penyelam,” tuturnya.

Setelah diving di Manta Point, wanita berambut pirang itu mengaku sangat bahagia. Dia melihat sedikitnya empat ikan ukuran besar lalu lalang dihadapannya.

“Ada empat yang saya liat, mereka seolah terbang mengepakan sayap di dalam laut. Sangat dekat dengan kami. Wow it’s very amazing for me. Dan tidak akan saya lupakan pengalaman ini semur hidup saya. Wonderful Indonesia,” ujar Lina.