Latinusa Siapkan Belanja Modal US$ 9,7 Juta

Oleh : Arya Mandala | Sabtu, 28 April 2018 - 09:00 WIB

RUPS dan Public Expose Latinusa (dok INDUSTRY.co.id)
RUPS dan Public Expose Latinusa (dok INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Produsen baja gulungan, PT Pelat Timah Nusantara Tbk atau Latinusa menganggarkan dana belanja modal US$ 9,7 juta. 

Sementara pendapatan anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tersebut ditargetkan tumbuh 10% dari US$ 151,793 juta.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) pada tahun ini mengalokasikan dana belanja modal (Capital Expenditure/Capex) mencapai US$9,7 juta untuk meningkatkan kualitas produk dan mempertahankan kondisi pabrik perseroan. 

Direktur Keuangan dan Independen NIKL, Jetrinaldi dalam paparan publik di Jakarta, mengatakan dalam menghadapi tantangan bisnis saat ini, perseroan terus berupaya menyusun strategi serta kebijakan yang mampu menjawab ketidakpastian lingkungan dunia bisnis.

"Perseroan terus meningkatkan kualitas kerja, oprimalisasi hasil produksi dan efisiensi biaya sehingga struktur biaya produksi menjadi lebih kompetitif," katanya.

Sementara itu Direktur Utama NIKL, Adhirman T.A mengungkapkan pada tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen dari US$151,793 juta pada 2017.  

“Penjualan 100 persen masih konsentrasi di pasar domestik,” terangnya.

NIKL tercatat sebagai satu-satunya perusahaan domestik yang berkecimpung di bisnis tinplate dan menguasai pangsa pasar di Indonesia.

Hingga Desember 2017, pangsa pasar perseroan di tanah air mencapai 61,78 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar 60,50 persen. 

Adapun 23,68 persen produk tinplate NIKL dipasok ke produsen susu, 20,02 persen ke produsen biskuit dan permen, 19,81 persen ke produsen makanan, 16,86 persen ke produsen kimia dan 13,01 persen ke produsen. 

Sementara sisanya untuk pasokan ke produsen kaleng umum, minyak goreng serta buah dan minuman masing-masing sebesar 4,52 persen, 1,58 persen dan 0,53 persen.

“Tahun ini, kami ingin utilisasi pabrik mencapai 100 persen dari tahun  sebelumnya antara 90-95%. Jadi, kami sudah full kapasitas,” urai Ardhiman. 

Terkait kinerja, sepanjang 2017 perseroan membukukan mencatat peningkatan pendapatan 15,29 persen menjadi menjadi US$ 151,79 juta dibandingkan US$131,66 juta pada 2016. 

Sayangnya Latinusa tak kuasa membendung naiknya Beban pokok penjualan yang sebesar 17,34% dari US$ 120,65 juta menjadi US$ 141,57 juta. 

Selain kenaikan beban pokok penjualan, Latinusa juga menghabiskan biaya keuangan yang lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Biaya keuangan Latinusa naik 67,57% menjadi US$ 1,86 juta.  

Akibatnya, laba bersih tahun berjalan Latinusa turun 46,03% menjadi US$ 1,36 juta ketimbang tahun 2016 yang sebesar US$ 2,52 juta. 

Sampai dengan Desember tahun lalu, total aset Latinusa naik 5,39% dari US$ 119,67 juta menjadi US$ 126,12 juta. 

Di akhir Desember 2017, tercatat liabilitas NIKL sebesar US$ 84,48 juta dan ekuitas sebesar US$ 41,65 juta.  

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perkebunan kopi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:19 WIB

Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan Terus Kembangkan Inovasi

Asep Sukarna, salah satu petani kopi di Kabupaten Bandung Barat mengatakan penyediaan bibit unggul kopi seyogyanya memperhatikan kesesuaian dengan karakter daerah masing-masing.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:00 WIB

Lima Perubahan Paradigma Keamanan Siber

Dengan menerapkan empati pada solusi digital, perusahaan bisa menjadi lebih inklusif. Dalam keamanan siber, itu berarti membangun solusi yang dapat mengakomodasi berbagai kelompok di keadaan…

Wisuda President University 2020

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:35 WIB

Wisuda President University 2020: Peluang Unik di Tengah Pandemi Covid-19

Era Industri 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi menawarkan banyak peluang baru. Namun, untuk bisa merebut peluang tersebut, kita dituntut bukan hanya harus mampu menguasai teknologi,…

CIMB Niaga - foto IST

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:00 WIB

CIMB Niaga Salurkan Program Beasiswa Periode 2020-2022

Program Beasiswa CIMB Niaga 2020-2022 di masa pandemi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan studi tanpa terkendala biaya. Hal ini juga…

Anies Baswedan

Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:50 WIB

Anies Resmi Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November 2020; Catat! Bukan Berarti Longgar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Jakarta hingga 8 November 2020. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kasus corona…