INDUSTRY.co.id - Kuta- Pemerintah Provinsi Bali mengharapkan maskapai Garuda Indonesia melayani rute London, Inggris menuju Perth, Australia dengan transit di Denpasar apabila penerbangan langsung Jakarta-London dinilai kurang menguntungkan.

Advertisement

"Harapan saya sebelum ke Perth ditransitkan di Bali jadi banyak orang turun di sini (Bandara Ngurah Rai). Harapannya supaya itu bisa direalisasikan," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Yuniarta Putra di Bandara Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, Selasa (24/5/2018)

Pihaknya optimistis apabila singgah di Bali, maka turut mendongkrak kunjungan wisatawan khususnya dari Inggris termasuk mendongkrak keterisian penumpang di maskapai pelat merah itu.

Advertisement

Apalagi, lanjut dia, perwakilan dari Inggris yang dilakukan duta besar negara itu mengharapkan pula rute penerbangan yang menghubungkan London dan Bali.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali selama tahun 2017, wisatawan dari Inggris menduduki posisi kelima dengan jumlah wisatawan datang ke Pulau Dewata mencapai 243.827 orang atau naik 10 persen jika dibandingkan tahun 2016.

Advertisement

Sedangkan periode Januari-Februari 2018 wisatawan Inggris ke Bali mencapai hampir 30.500 orang atau naik 7,4 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Begitu juga wisatawan Australia selama tahun 2017 menduduki posisi kedua di Bali mencapai hampir 1,1 juta dan dua bulan awal tahun 2018 mencapai 157 ribu orang.

Advertisement

Sementara itu ditemui ketika menyambut penerbangan perdana Mumbai-India menuju Pulau Dewata oleh Garuda Indonesia, Menteri Arief Yahya mengatakan Inggris merupakan salah satu pangsa pasar utama di Eropa dengan potensi mencapai sekitar 350 ribu orang atau tumbuh mencapai 20 persen.

Untuk itu ia mengharapkan maskapai nasional itu tetap melayani penerbangan ke London dengan mempertimbangkan rute Bali melalui transit yang tidak terlalu lama.

"Kalau ke Bali tinggi memang. Cuma harus tetap dipertimbangkan. London-Jakarta (memakan waktu) 15 jam, bisa tidak ditambah lagi misalnya dua jam? Ke Bali dibuat transit kurang dari satu jam, " ucapnya.

Sebelumnya ditemui dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan kembali potensi pasar pada rute jarak jauh Jakarta-London.

"Mungkin kami akan lihat dulu sampai dengan nanti pemegang saham, dalam satu dua bulan ini kami akan 'review' kesiapan daripada apakah kami perlu melakukan perubahan untuk kebutuhan tersebut," katanya.