INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama PT Pos Indonesia (Persero) mencari solusi disparsitas harga berbagai komoditas khususnya Pulau Jawa dan Papua yang masih jomplang.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemenko Perekonomian Oke Nurwan mengatakan disparsitas harga antara Pulau Jawa dengan Papua jauh berbeda. Hal tersebut disebabab sebagai daerah terpencil, biaya pengiriman di Papua sangat besar sehingga harga penjualan menjadi tinggi.

Kondisi sebaliknya terjadi di Pulau Jawa yang mempunyai aksesibilitas bagus sehingga biaya pengiriman sangat rendah.

"Pemerintah hingga kini masih tetap mencarikan solusi melalui kebijakan yang dibuat guna mengatur harga komoditas tersebut" tutur Oke melalui siaran persnya  saat kegiatan FGD "Membangun Seamless Logistics untuk Memperkecil Disparitas Harga Komoditas Pokok dan Strategis antara Papua dan Pulau Jawa” di Gedung Graha Pos Indonesia Kota Bandung, Senin (23/1/2017).

Presiden Jokowi melalui Perpres Nomor 71 Tahun 2015 ingin menyamaratakan harga bahan bakar minyak yang diharapkan bisa meratakan harga semen dan kebutuhan pokok lainnya.

"Intinya konsentrasi ekonomi di Pulau Jawa dan luar itu diharapkan sama," ucap Oke.

Dirut PT Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono menyebut dengan fenomena itu pihaknya sebagai BUMN yang bergerak di bidang pendistribusian logistik merasa tertantang untuk memecahkan jompalngnya harga di kedua pulau tersebut.

"Salah satunya dengan mengoptimalkan kekuatan jaringan agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga wajar" tambahnya