INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) berhasil membukukan laba sebesar Rp2,938 miliar (Rp10,61 per saham) pada tahun 2017. Itu terjadi pasca pelaksanaan PUPS perseroan pada 2017 lalu.

Advertisement

Pada 2016, perusahaan teknologi penyedia jasa Online-to-Offline (O2O) e-commerce pertama di Indonesia tersebut menderita kerugian sebesar Rp11,294 miliar (Rp903.494 per saham).

Kemampuan perseroan meraih laba pada 2017 karena ditopang oleh lonjakan penjualan bersih sebesar 4.306,92% menjadi Rp1,130 triliun dibandingkan dengan realisasi penjualan perseroan pada 2016 yang hanya sebesar Rp25,643 miliar.

Advertisement

Penjualan bersih sebesar itu dikontribusikan oleh bisnis produk digital senilai Rp1,095 triliun dan sisanya berasal dari bisnis gabungan antara e-commerce dan lain-lain yang mencapai Rp34,120 miliar.

Dari sisi aset, Kioson mengalami peningkatan aset lancar pada 2017 sebesar 5.881,8% menjadi Rp219 miliar. Lonjakan nilai aset itu karena didukung oleh beberapa strategi dan ekspansi bisnis yang diterapkan oleh Kioson pada 2017. Salah satunya adalah langkah tepat manajemen perusahaan yang mengakuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi, sebuah perusahaan agregator e-voucher terkemuka, yang memberikan kontribusi sebesar 88% dari pendapatan konsolidasi KIOS.

Advertisement

“2017 adalah tahun yang menjadi tonggak sejarah Kioson sejak beroperasi pada 2015. Pasalnya, kami melakukan beberapa manuver bisnis pada 2017, yakni akuisisi dan menjadi startup pertama di Indonesia yang melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia,” ujar Jasin Halim, Direktur Utama KIOS, di Jakarta, Senin (16/04/2018).

Jasin mengemukakan, peningkatan kinerja perusahaan pada akhir 2017 adalah hasil dari strategi bisnis yang dilakukan sejak awal 2017 dan manajemen perseroan optimistis dapat menorehkan kinerja yang lebih positif pada 2018 ini dengan fokus pada ekpansi bisnis dan inovasi teknologi.

Advertisement

“Pada 2017, perseroan fokus berekspansi usaha dan perluasan pasar secara merata di berbagai daerah lapisan kedua dan ketiga di Indonesia. Per Desember 2017, langkah itu menghasilkan 30.000 pemilik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan tersebar di Jawa dan Sumatera serta telah menjalin kemitraan dengan Kioson. Itu menunjukkan peningkatan mitra KIOS hingga 400% dibandingkan pada 2016,” pungkas Jasin. (Abraham Sihombing)