Pengusaha Desak Pemerintah Hapuskan Pajak Ekspor Produk Fashion

Advertisement

Jakarta- Untuk meningkatkan daya saing produk fashion dalam negeri di pasar internasional, sejumlah pengusaha fashion mendesak pemerintah memberi dukungan penghapusan pajak ekspor termasuk pajak impor bahan baku untuk jangka waktu tertentu. Upaya ini adalah bagian dari upaya menjadikan Indonesia khususnya Jakarta dapat menjadi fashion hub di Asean.

Usulan tersebut disampaikan oleh sekelompok pengusaha, pemerhati fashion yang tergabung dalam Word Fashion Connet (WFC). Mereka diantaranya Indra Sukirno, Moskwita Darmawan, Ina Indrawati, dan Dahlia Sardjono.

Advertisement

WFC merupakan agensi independen yang membangun hubungan dan jaringan kerja sama jangka panjang antara para pelaku industri di bidang perdagangan dan fesyen melalui para fashionpreneur yakni desainer, creator dan pengsuaha industri fesyen dengan para buyer inernasional, jelas Moskwita Darmawan, President WFC,kepada INDUSTRY.co.id Kamis (19/1/2017).

Ditambahkan oleh Indra Sukirno, Managing Director WFC, WFC memiliki jaringan global dilingkup Fashion Buying Agent, serta media internasional untuk fesyen dan gaya hidup serta memberikan forum bagi para fashionpreneur agar mendapat pengakuan global secara brand serta produknya.

Advertisement

Berdasarkan pengalaman yang telah dirasakan oleh para pimpinan WFC dalam industri feseyen di dalam negeri berbagai kendala sering dialami, termasuk diantaranya masalah pajak ekspor dan bea impor bahan baku produk fashion.

Dukungan penghapusan pajak ini kami harapkan hanya dalam jangka waktu tertentu saja. Memang kami rasakan sangat berat bila pada saat memulai usaha fashion sudah dikenakan berbagai pajak-pajak yang harus dibayarkan. Nantinya kalau sudah mulai jalan, tentu akan memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan pemerintah, jelas Nia Idrawati, VP Commercial WFC yang juga sebagai CEO Wimo Boutique Kemang.

Advertisement

Sangat disayangkan seharusnya Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf yang diharapkan hadir, ternyata tidak bisa hadir pada kesempatan yang berharga ini. "Beliau ada kesibukan dan tidak bisa hadir," jelas Dahlia Sardjono, VP Communication WFC.

WFC berharap ke depannya, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Badan Kreatif dapat membawa brand dan produk local untuk menedapatkan tempat di peta industri fesyen global yang berkelanjutan.

Pada akhirnya semua pihak yang terkait bisa membawa keindahan dan kekayaan kearifan lokal yang melekat di industri fesyen ke kencah dunia. Sehingga nantinya Indonesia dan Jakarta khususnya dapat menjadi fashion hub di Asean, tegas Moskwita Darmawan.

Sementara itu dalam menjalankan misinya WFC telah membuat beberapa program kerja, diantaranya membuat program edukasi dan pembekalan yang akan dijalankan dalam bentuk seminar berkala dengan mengundang pembiacara kunci yang handal dibidangnya. Juga akan mengadakan sesei fashion trade contact dan tradeshow, buyers meet fashionpreneurs.

WFC akan mengundang international buyers yan memwakili deartmenet stores, concept stores/flagship stores maupun retail. Bekerja sama dengan fashion weeks baik di Indonesia dan luar negeri, ujar Indra Sukirno. (Hrb)