INDUSTRY.co.id, Jakarta PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) akan membeli 5.000 unit mobil baru pada tahun ini untuk memperkuat armada angkutan perseroan. Itu akan digunakan untuk meremajakan armada yang ada sebanyak 3.000 unit dan sisanya sebanyak 2.000 unit akan dijadikan armada tambahan.

Dengan demikian, total armada perseroan hingga akhir tahun ini diharapkan mencapai 21.000 unit dibandingkan total armada pada 2016 sebanyak 19.000 unit, ujar Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA, di Jakarta, Jumat (20/1/2017).

Prodjo mengemukakan, dalam proses peremajaan armada tersebut, maka sebanyak 3.000 unit mobil bekas akan dilelang. Dengan demikian, total mobil yang diremajakan akan meningkat menjadi 9.000 unit dari sebelumnya sebanyak 6.000 uni.

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) memang adalah perusahaan layanan transportasi di Indonesia yang menyediakan penyewaan kendaraan untuk korporasi, logistik, layanan jurumudi dan penjualan mobil bekas.

Prodjo menuturkan, untuk memperkuat armada angkutan tersebut, ASSA mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp900 miliar hingga Rp1 triliun. Dana capex ini berasal dari pinjaman.

Pada pertengahan 2016, ASSA memperoleh fasilitas pinjaman dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation sebesar Rp200 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membiayai penambahan armada pada tahun ini, sambil menunggu fasilitas pinjaman lainnya.

Prodjo optimistis bisnis penyewaan mobil pada tahun ini dapat tumbuh sekitar 10%. Jika peremajaan armada tersebut berjalan lancar, maka pendapatan ASSA diperkirakan dapat mencapai Rp1,65 triliun pada tahun ini dengan laba bersih antara Rp60-65 miliar.(iaf)