INDUSTRY.co.id, Lumajang - Berbicara tentang Gunung Semeru, Jawa Timur memang sudah tak asing lagi bagi wisatawan dan para pendaki serta pecinta alam. Pesona Gunung Semeru, membuat wisatawan yang sudah ke sana, ingin kembali lagi dan lagi.
Bersama dengan forum waratawan pariwisata dari Jakarta, Industry.co.id berkesempatan untuk mencoba jalur pendakian setelah ditutup beberapa bulan yang lalu. Jalur pendakian Gunung Semeru memang baru dibuka pada tanggal 4 April lalu.
Pada tanggal 7-8 April 2018 Kami semua mulai bersiap-siap untuk mendaki. Tetapi, sebelum mendaki ada yang perlu dipersiapkan yaitu untuk mengikuti briefing yang gunanya untuk pembekalan kita selama pendakian.
Tepat pukul 11:00 WIB, Kami semua memulai jalur pendakian dengan tujuan kami yaitu Ranu Kumbolo, danau yang memiliki ketinggian 2400 mdpl dan berada di pos 4. Ranu Kumbolo merupakan danau yang konon katanya mempunyai keindahan tersendiri bagi para pendaki yang singgah dan bermalam di sana.

Para Pendaki ke Gunung Semeru (Foto: Sendy Aditya Saputra)
Danau ini memiliki luas 15 hektar yang menjadikan Ranu Kumbolo tempat persinggahan para pendaki sebelum menuju puncak.
Perjalan Kami dimulai dari Desa Ranu Pane, Senduro, Kabupaten Lumajang. Awalnya pendakian disambut dengan jalur menanjak yang bebatuan dan disapa dengan keindahan ladang para penduduk desa setempat dan pepohonan yang rindang.
Perjalanan dimulai menuju pos 1 kurang lebih kami berjalan menyusuri hutan dan pepohonan sekitar satu jam. Sesampai di pos 1 Kami disapa oleh para pendaki yang sedang beristirahat.
"Mari Mas, Mbak," kata seorang pendaki yang juga sedang berisirahat.
Di pos 1 Kamu bakal menemukan jajanan seperti buah-buahan segar yaitu semangka, dan pisang tak lupa untuk mengisi perut yang kosong ada berbagai macam gorengan bakwan dan tahu. Ada juga yang minuman yang disediakan oleh penjual.
Salah satu rekan Saya Yogi Wirawan berkata, "Nanti di Gunung Semeru, cobain deh semangkanya, enak banget segar."
Dan, ternyata benar semangka di Gunung Semeru segar dan melegakan tenggorokan. Dagingnya manis dan tebal, kandungan airnya banyak sekali.

Penampakan Gunung Semeru dari Puncak B-29, Lumajang Jawa Timur (Chodijah Febriyani/Industry.co.id)
Lanjut perjalanan ke pos 2, pendakian masih tetap pada jalur trek yang lain. Kalau beruntung, Kamu bakalan menemukan Lutung Jawa berwarna (Trachypithecus auratus). Kemarin, Kami serombongan berhasil berpapasan dengan Lutung Jawa tersebut, jumlahnya kurang lebih ada tiga. Mereka sedang bertengger di pepohan seperti nampakmya sedang mencari makanan.
Pos 2 letaknya tak jauh dari pos 1, kurang lebih hanya 30 menit saja Kamu bisa tiba di pos 2. Setelah singgah di pos 2, Kami semua melanjutkan ke pos 3 di mana jalur mulai sedikit menanjak dan banyak ranting-ranting pohon yang beserakan tak beraturan. Di sini lah mengapa para pendaki harus menggunakan sepatu trekking khusus. Karena akar tersebut bisa saja menusuk-nusuk kaki.
Disepanjang jalur ke pos 3, Kamu bakalan melewati dua jembatan baru sebagai jembatan yang lama yang rubuh akibat longsor. Dari jembatan kedua, pos 3 sudah mulai nampak tak jauh dari jembatan. Jarak untuk menempuh dari pos 2 ke pos 3 kurang lebih satu setengah jam lamanya. Selepas dari pos 2, Kamu bakalan memasuki pos 3 yang mempunyai tanjakan nan terjal. Pos 3 ini merupakan pos yang memiliki tanjakan yang curam, jalurnya naik ke atas tetapi, ada jalur setapak yang memudahkan pendaki untuk naik ke atas.
Tanjakan terjal ini hanya 50 meter, cukup menguras energi apalagi, jika Kamu membawa beban yang cukup berat. Selanjutnya, Kamu bakalan melalui jalur yang cukup landai tetapi, saat menuju ke pos 4 hujan pun mengguyur Kami semua. Segera Kami memakai jas hujan dan mulai berjalan kembali. Untuk mencapai pos 4, Kurang lebih hanya 1 jam saja. Dan, tak lama mulai terlihat area terbuka berupa savana perbukitan yang indah, nampak juga Ranu Kumbolo dengan keindahannya yang menjadi surga bagi para pendaki.
Sampai di pos 4, Kami istirahat sejenak sembari memandangi keindahan ciptaannya. Kamu bisa melihat Ranu Kumbolo dari pos 4 yang berada diketinggian 2400 mdpl. Untuk sampai ke Ranu Kumbolo, Kamu harus menuruni dan memutar sedikit di lereng bukit dan baru sampailah Kamu di surga tersembunyi para pendaki, Ranu Kumbolo dan bisa bermalam di sana.