INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG masih akan bergerak tertekan diawal pekan depan dengan rentan pergerakan 6098-6215. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, ANTM, BBNI, HRUM, WIKA, MEDC, MLPL, TINS, UNVR.

Advertisement

 "Pergerakan IHSG terkonsolidasi diakhir pekan secara teknikal berada pada level bearish trend line. Indikasi kembali tertekan cukup kuat menguji level support MA200 dilevel 6098 dengan Indikator Stochastic yang memberikan signal bearish secara pergerakan meskipun secara momentum cukup rendah," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (9/4/2018).

Diakhir pekan ekuitas Asia ditutup mixed. Indeks Nikkei (-0.36%) dan TOPIX (-0.31%) dijepang tertekan sedangkan Hangseng (+1.11%) menguat di Hongkong disaat bursa saham di Tiongkok libur. Mayoritas indeks saham terjatuh setelah Trump memerintahakn administrasinya untuk mempertimbangkan tarif import tambahan ke China.

Advertisement

IHSG (-0.13%) turun 8.17 poin dilevel 6175.05 dengan indeks sektor aneka Industri (-0.91%) menjadi penekan sedangkan sektor konsumer (0.57%) mampu menahan pelemahan dengan menguat seiring saham RMBA, UNVR, GGRM dan HMSP naik diatas 1%. Investor asing tercatat melakukan aksi jual 259.31 Miliar rupiah dengan catatan aksi jual seminggu ini sebesar 1.4 Triliun rupiah. Saham BMRI, BBCA, BBRI dan UNTR menjadi top net sell value investor asing.

Indeks Eurostoxx (-0.72%), FTSE (-0.15%) dan DAX (-0.58%) dibuka tertekan cukup signifikan. Saham-saham pertambangan menjadi yang tertekan terbesar setelah Trump memerintahkan administrasinya dalam tarif import tambahan ke China. Sentimen ekonomi selanjutnya investor akan terfokus pada data Indeks kepercayaan konsumen, Neraca pembayaran dan perdagangan di Jepang.

Advertisement