INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri properti di Indonesia masih akan mengalami kelesuan hingga selesai seluruh rangkaian acara politik di akhir 2019.
Hal tersebut disampaikan oleh CEO Strategic Development and Service Sinar Mas Land Ishak Chandra dalam acara konferensi pers program Easy Deal di Jakarta (7/4/2018).
"Kondisi penjualan akan tetap landai. Setelah acara pemilihan itu akan kembali naik lagi, siapa pun presiden terpilih,"ujar Ishak.
Ia menambahkan, lesunya pasar properti bukan karena investor tidak memiliki kekuatan finansial. Namun, menjelang pemilu, investor kerap mengambil sikap berhati-hati.
"Mereka akan wait and see sampai 2019," katanya.
Selain itu, lanjutnya, sejak 2017, industri properti menemui kecenderungan baru. Produk properti yang laku dijual berada di middle-low segment, di kisaran Rp 300-500 juta.
"Komposisi penjualan properti 2017, 60 persen itu adalah di middle-low segment," terangnya.
Menurutnya, walaupun produk yang laku merupakan kelas menengah ke bawah, pembelinya tetap kalangan menengah ke atas.
"Kebanyakan pembeli adalah investor, bukan user atau pembeli properti untuk digunakan secara pribadi. Mungkin kalau dulu belinya satu, sekarang belinya 10," tuturnya.
Berdasarkan kondisi itu, Ishak mengimbau developer Sinar Mas Land lebih kreatif menjajakan produk. Terlebih, tambahnya, kebanyakan properti Sinar Mas Land merupakan segmen menengah ke atas, dengan kisaran Rp 2-5 miliar.
"Kreatif untuk memicu orang yang punya uang untuk mau mengeluarkan uangnya," pungkas Ishak.