INDUSTRY.co.id -
Semarang, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi terhadap inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional, termasuk pengrajin logam Bugangan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih saat melakukan kunjungan kerja di IKM logam milik Kasmin Riyadi yang telah berdiri sejak tahun 2016 ini berhasil menciptakan ekskavator mini di Semarang, Jawa Tengah (6/4/2018).
Pada kesempatan tersebut, Gati mengatakan, pihaknya berupaya memfasiitasi ekskavator Kasmino bisa ikut dipamerkan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Agustus mendatang.
“Dalam waktu dekat, ekskavator buatan Kasmin ini akan kami pamerkan dalam GIIAS 2018, agar para pengunjung dapat mengetahui produk inovasi buatan anak bangsa sehingga bisa dikenal baik nasional maupun mancanegara,” ujarnya.
Selain melalui fasilitasi pameran, baik di tingkat domestik dan internasional, lanjut Gati, Kemenperin juga telah membangun infrastruktur digital e-Smart IKM guna memperluas pasar di tengah berkembangnya era Industri 4.0.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenperin mengundang dari Tokopedia sebagai salah satu marketplace dalam negeri untuk memberikan sharing knowledge mengenai pemasaran secara online.
"Jadi, para pengrajin ini bisa mengetahui cara foto, upload, dan jualan di online,” terangnya.
Tak hanya itu, Kemenperin juga memfasilitasi pemberian sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan hak paten merek agar produk IKM dapat lebih berdaya saing baik di pasar domestik maupun ekspor.
“IKM harus menjaga mutu bahan baku hingga teknologi mesin dan peralatan yang akan digunakan, juga harus memperhatikan keterampilan sumber daya manusia (SDM) yang bekerja,” ucapnya.
Sejalan dengan hal tesebut, Kemenperin memiliki program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, di mana mereka bisa mendapatkan potongan harga sampai 30 persen atas mesin dan peralatan produksi yang dibelinya.
“Kami juga memberikan bimbingan teknis serta fasilitasi sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditujukan bagi para SDM di IKM,“ tuturnya.