INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Indonesia (BI) menilai kredit properti masih dipengaruhi isu global. Keakuratan data properti di tanah air juga menunjang kebijakan BI.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, pihak pengembang properti dalam membangun tetap harus mempertimbangkan fakto makro ekonomi.
“Dengarkan makro meski bangun sana-sini. Terkait kredit tergantung ekonomi,”kata dia di Jakarta, Senin (2/4/2018).
Tercatat, pada Februari 2018 secara year-on-year (yoy), kredit properti justru melambat 8 bps, yaitu perlambatan pertumbuhan dari 13,3% (yoy) menjadi 12,5% (yoy) terutama pada kredit konstruksi. Tetapi, untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) serta kredit real estat tercatat mengalami peningkatan dari 11,7% (yoy) dan 7,2% (yoy) menjadi 12,2% (yoy) dan 8,1% (yoy).
Menurut dia, daya beli dan pengucuran kredit ke pengembang properti menjadi perhatianya. Meskipunn digarap didalam negeri, dikatakan faktor eksternal juga mempengaruhi situasi kredit properti.
“Untuk optimalisasi tugas, dibutuhkan data sehingga masing-masing bisa komiten optimalisasi tugas,” katanya.