INDUSTRY.co.id - Jakarta – STIE Indonesia Banking School (IBS) menyelenggarakan Wisuda XIX dengan mengusung tema "Transformasi Talenta Perbankan Menuju Ekosistem Keuangan Digital Inklusif sebagai Pilar Penguatan Ekonomi Indonesia." Sebanyak 146 lulusan dari Program Sarjana dan Magister resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Auditorium Indonesia Banking School.

Prosesi wisuda tahun ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan perjalanan Indonesia Banking School memasuki usia ke-22 tahun. Selama lebih dari dua dekade, IBS terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan di bidang perbankan, keuangan, dan bisnis digital melalui kolaborasi erat dengan regulator, industri jasa keuangan, serta mitra akademik nasional dan internasional.

Dalam sambutannya, Ketua STIE Indonesia Banking School, Prof. Ir. Dana S. Saroso, M.Eng.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa transformasi industri jasa keuangan yang semakin terdigitalisasi menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan adaptasi, kepemimpinan, serta wawasan global.

"Transformasi digital telah mengubah wajah industri jasa keuangan secara fundamental. Oleh karena itu, Indonesia Banking School berkomitmen menyiapkan talenta yang mampu menjawab tantangan tersebut melalui pendidikan yang relevan, adaptif, dan berbasis kompetensi. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memperkuat ekosistem keuangan digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ujar Prof. Dana S. Saroso.

Beliau juga menegaskan bahwa memasuki usia ke-22, IBS terus melakukan transformasi melalui penguatan kurikulum berbasis industri, pengembangan kompetensi digital, sertifikasi profesi, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta perluasan kerja sama dengan regulator, industri jasa keuangan, dan perguruan tinggi internasional.

Sebagai bagian dari strategi internasionalisasi, IBS telah menjalin kemitraan dengan FHNW – University of Applied Sciences and Arts Northwestern Switzerland (Swiss), Tshwane University of Technology (Afrika Selatan), Vasile Alecsandri University of Bacău (Rumania), serta Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kolaborasi tersebut meliputi riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, kuliah tamu internasional, serta pengembangan kompetensi akademik yang berorientasi pada standar global.

Wisuda XIX juga mendapat dukungan dari berbagai regulator dan pemangku kepentingan sektor jasa keuangan. Hadir dalam acara tersebut Dr. Ivan Yustiavandana, S.H., LL.M., Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK); Samsu Adi Nugroho, Direktur Eksekutif Sumber Daya Manusia dan Administrasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS); Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., Kepala LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta; Achmad Fauzi, Direktur Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI); Reny Yuliani dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta; serta Ade Surya, Kepala Divisi Learning Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Kehadiran para pemimpin regulator, industri, dan lembaga pendidikan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor jasa keuangan dalam mempersiapkan talenta yang mampu menghadapi tantangan transformasi digital sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

Selain mengukuhkan 146 lulusan, IBS memberikan penghargaan kepada para wisudawan yang menunjukkan prestasi akademik, kepemimpinan, dan kontribusi luar biasa selama menempuh pendidikan. Penghargaan Wisudawan Terbaik diberikan kepada Yoedy Yoeswandi (Program Magister Manajemen), Sabiikha Putri Maharani (Program Studi Akuntansi), Sara Immanuella Pininta Hutauruk (Program Studi Manajemen), serta Nada Zulfahtun Hikmah (Program Studi Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah).

IBS juga memberikan penghargaan Wisudawan Inspiratif kepada Dumasi Marisina Magdalena Samosir dan M.A. Suharto dari Program Magister Manajemen atas dedikasi, ketangguhan, dan semangat belajar yang menginspirasi. Sementara penghargaan Wisudawan Berprestasi diberikan kepada Salsabila Rezkika Resti (Akuntansi), Muhammad Yasin (Manajemen), dan Aidah Fitriyah (Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah) atas prestasi akademik maupun nonakademik yang membawa nama baik Indonesia Banking School di tingkat nasional.

Melalui tema "Transformasi Talenta Perbankan Menuju Ekosistem Keuangan Digital Inklusif sebagai Pilar Penguatan Ekonomi Indonesia," IBS tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan profesional yang dipercaya bekerja di berbagai institusi strategis seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan nasional, dan industri jasa keuangan. Keberhasilan alumni menjadi indikator bahwa pendidikan IBS memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sumber daya manusia sektor keuangan Indonesia. 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengapresiasi kepada Rektorat, Orangtua dan Mahasiwa yang diwisuda.

“Apresiasi ke orang tua, yang berdoa tiada henti,” kata dia.

Ia mendorong tiga hal kepada para  Wisuda. Pertama, jadilah pembelajar sepanjang hayat, Gelar yang diterima merupakan satu tahap pembelajaran, gelar bukan berarti proses belajar selesai. Kedua, jadikan integritas jadi kompas keputusan. Trust atau kepercayaan integritas lahir dalam hal kecil. Kesedian akui kesalahan . Konsistensi . Kompetensi membuka kesempatan dan integritas tetap dipercaya. 

Ketiga. Inovasi inklusif, jangan sekedar perlombaan.