INDUSTRY.co.id -Yokohama, Nissan Motor mengumumkan rencananya untuk meluncurkan lebih banyak kendaraan listrik, meningkatkan dan mengembangkan sistem swakemudi, serta mempercepat konektivitas kendaraan sebagai bagian dari rencana jangka menengah Nissan M.O.V.E to 2022.
Nissan menargetkan menjual satu juta kendaraan listrik baik pure electric maupun e-POWER setiap tahun hingga tahun fiskal 2022.
Phillipe Klein selaku Chief Planning Officer Nissan, mengatakan, strategi kami untuk produk dan teknologi didedikasikan untuk memposisikan Nissan sebagai yang terdepan di bidang otomotif, teknologi, dan evolusi bisnis.
"Kami berupaya untuk fokus dalam menyampaikan Nissan Intelligent Mobility, yang mencakup tiga elemen inti dari elektrifikasi, yaitu teknologi swakemudi, konektivitas, dan layanan mobilitas baru," ujar Phillipe Klein melalui keterangan tertisnya di Yokohama, Jepang (30/3/2018).
Klein menegaskan kembali bahwa rencana jangka menengah ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan tahunan sebesar 30% hingga 16,5 triliun yen pada akhir tahun fiskal 2022.
"Perusahaan juga menargetkan margin laba sebanyak 8% dari operasi inti dan cumulative free cash flowsebesar 2,5 triliun yen," terangnya.
Klein berjanji untuk memanfaatkan kekuatan aset Renault-Nissan-Mitsubishi untuk mendukung tujuan perusahaan.
Klein menyatakan bahwa Nissan akan meluncurkan produk di Tiongkok yang dimulai tahun ini dengan kendaraan listrik baru untuk segmen C, berdasarkan teknologi Nissan LEAF.
"Peluncuran produk ini juga mencakup EV dengan harga terjangkau di Tiongkok dari joint venture Alliance, eGT New Energy Automotive," katanya.
Menurutnya, kendaraan listrik baru dengan harga terjangkau ini akan dikembangkan Alliance dan Dongfeng untuk platform SUV segmen A. Dua model kendaraan listrik baru juga sedang disiapkan untuk brand Venucia.
Selain itu, tambahnya, Nissan juga akan terus mengembangkan teknologi e-POWER yang sudah disematkan pada Nissan Note dan Nissan Serena di Jepang.
"Lebih dari 129.000 Note e-POWER terjual di Jepang pada tahun pertamanya, dengan lebih dari dua pertiga pelanggan memilih model e-POWER ketimbang varian biasa," ucap Klein.
Nissan berharap, kendaraan bertenaga listrik termasuk kendaraan listrik dan model e-POWER akan mencakup 40% angka penjualan perusahaan di Jepang dan Eropa pada tahun 2022, serta 50% di tahun 2025.
"Di Amerika Serikat, targetnya adalah 20-30% pada 2025 dan 35-40% di Tiongkok," tutup Klein.