INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan perlu cara terbaru untuk menangani permasalahan "stunting" atau gangguan tumbuh kembang pada anak.
"Permasalahan 'stunting' ini disebabkan tiga hal yakni ketidaktahuan, infrastruktur di desa yang menyebabkan orang tidak sehat dan kemiskinan di desa itu," ujar Mendes saat menjadi pembicara di rembuk "stunting" di Jakarta, Rabu (28/3/2018)
Eko menjelaskan permasalahan pertama yakni ketidaktahuan, karena tidak semua daerah miskin yang mengalami kasus gangguan tumbuh kembang pada anak itu.
"Contohnya di Yogyakarta, di daerah lumbung pangan seperti Sleman saja, ada kasus 'stunting'," tambah dia lagi.
Selanjutnya adalah infrastruktur di desa yang tidak sehat seperti tidak adanya sarana prasarana air bersih hingga mandi cuci kakus (MCK). Dengan dana desa, lanjut dia, telah dibangun berbagai infrastruktur ekonomi dan juga dasar.
Dengan dana desa telah dibangun sekitar 700 kilometer jembatan, ratusan ribu kilometer jalan. Kemudian untuk meningkatkan kualitas dasar, sudah dibangun 10.8000 mandi cuci kakus (MCK).
"Ini masif sekali, saya senang tapi data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), butuh setidaknya lima juta jamban," katanya.
Menurut dia, pembangunan jamban desa sebanyak lima juta tidak mungkin dengan dana desa bisa terwujud, untuk itu perlu dicarikan model bisnis baru agar mereka bisa bangun sendiri MCK nya.
Kemudian penyebab ketiga adalah kemiskinan. Eko menyebut pihaknya melakukan pendampingan melalui pendamping desa pada tiga hal itu.
Kemendes PDTT memiliki program yakni produk unggulan kawasan pedesaan (Prukades). Selama ini desa miskin karena tidak memiliki produk unggulan. Oleh karenanya dengan Prukades, desa menentukan produk unggulan sendiri dan kemudian fokus dilakukan dalam skala besar.
Dengan demikian dunia usaha akan masuk dan melakukan investasi di desa itu. Prukades, kata Eko, melibatkan 18 kementerian dan juga dunia usaha.
"Dengan program tersebut, kami berharap angka kemiskinan di desa semakin berkurang dan permasalahan stunting bisa teratasi." Eko menegaskan "stunting" merupakan hal yang mendesak untuk ditangani segera karena berkaitan dengan kemajuan suatu negara. Jadi tidak hanya berkaitan dengan tubuh pendek saja, tetapi juga kecerdasan anak dan penyakit degeneratif pada masa tua. (Ant)