INDUSTRY.co.id, Jakarta-Ratusan pedagang Pasar Tasik yang akan berjualan di area Eks Aneka Beton atau kawasan bongkaran Tanah Abang nampak memenuhi ruas jalan Jati Bunder Tanah Abang lantaran mereka tidak bisa memasuki area berjualan. Hal tersebut merupakan dampak penutupan akses berjualan yang dilakukan oleh PT KAI.

Sejumlah kendaraan pribadi dengan barang dagangannya tampak mengular di sepanjang jalan Jati Bunder hingga KS Tubun. Mereka bahkan sudah ada yang dari jam 24.00 WIB Senin (26/3/2018) dini hari hendak memasuki area berjualan tertahan di sepanjang jalan Jati Bunder Tanah Abang.

Saya nggak tahu kalau ini (pasar) ditutup, tahu-tahu pas kita datang mau masuk nggak bisa karena pintu dikunci," ujar Firman, salah seorang penjual yang memarkir kendaraan pembawa dagangannya di pinggir jalan karena tidak bisa masuk.

Beroperasi mulai jam 05.00 WIB hingga 11.00 WIB siang di hari Senin dan Kamis. Para pedagang Pasar Tasik Tanah Abang memang terkenal menjual dagangannya di mobil dalam lahan yang merupakan bongkaran Tanah Abang.

Imbas dari pasar yang ditutup diperkirakan akan menyebabkan efek luas seperti kerugian bagi para pedagang, perputaran ekonomi warga setempat yang kebanyakan juga berdagang di lokasi tersebut dan kekhawatiran akan kemacetan yang timbul karena kendaraan pedagang yang diparkir di tepi jalan.

"Jika pasar ini ditutup jelas pendapatan saya akan hilang dan saya bingung kalau harus mencari lokasi lagi. Saya berharap supaya pasar tidak ditutup," tutur Astrid, pedagang yang sudah satu tahun berjualan di Pasar Tasik.

Hingga berita ini diturunkan, para pedagang yang berkumpul masih menunggu kepastian perihal kelanjutan nasib mereka berdagang di Pasar Tasik Tanah Abang.