Menteri Jonan Harapkan Statistik EBT Masuk Dalam Data Nasional

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 17 Maret 2018 - 18:53 WIB

Penandatanganan kerjasama Kementerian ESDM dan BPS
Penandatanganan kerjasama Kementerian ESDM dan BPS

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengungkapkan pentingnya data statistik mengenai Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk bisa masuk dalam data nasional yang disajikan secara rutin oleh BPS. 

Hal tersebut ia sampaikan usai melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian ESDM dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Penyediaan, Pemanfaatan, Serta Pengembangan Data dan Informasi Statistik Bidang ESDM, di Jakarta, Jumat (16/3/2018).

"Statistik tentang renewable energy menjadi bagian yang harus masuk dalam laporan secara nasional kita karena ini tanggung jawab bersama secara global dan kita mendukung upaya pengendalian perubahan iklim. Jadi saya pikir ini ada renewable energy accounting saya kira perlu masuk," ungkap Menteri Jonan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Jonan juga meminta kepada BPS untuk memperluas definisi statistik rasio elektrifikasi dengan memperhitungkan jaringan off grid dan independent grid (untuk daerah yang tidak bisa dijangkau oleh PLN), masuk dalam data rasio elektrifikasi nasional.

"Rumusan rasio elektrifikasi harus di-adjust. Saya membaca cenderung definisi rasio elektrifikasi sama dengan layanan PLN untuk kelistrikan, bisa saja off grid ada independent grid, ini yang memang kita dorong supaya kalau nunggu semua dari layanan PLN rasio elektrifikasinya tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Saya mohon dimasukkan dalam definisi rasio elektrifikasi," tambah Jonan.

Jonan juga mengapresiasi kerjasama yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Kementerian ESDM dengan BPS dalam hal pertukaran data. 

"BPS ini badan yg sangat penting supaya seluruh data yang digunakan tidak bias. Saya terima kasih sekali kita bertukar data, kalau bisa both ways. Yang pengelola data di KESDM perlu belajar ke BPS tentang bagaimana mengelola data dan menyimpan data dengan baik," jelas Jonan.

Sementara itu, Kepala BPS Suhariyanto juga menyambut baik kerjasama yang sebenarnya selama ini telah terjalin antara BPS dan Kementerian ESDM. "Selama ini koordinasi antara KESDM dengan BPS sudah berjalan sangat baik, namun belum ada payung hukumnya", ungkapnya.

Menurutnya BPS akan berkomitmen membantu kebutuhan data Kementerian ESDM mulai dari data makro maupun mikro. Selain itu juga diperlukan pengelolaan data yang satu pintu sehingga konsistensi data terjaga.

"Data makro misal pertumbuhan ekonomi di sektor pertambangan dan penggalian, data mikro potensi desa setiap 3 tahun sekali. Satu pintu penting supaya konsistensi datanya terjaga dan tidak kesana kemari. Saya berharap data BPS bisa dipergunakan sebaik-baiknya dimanfaatkan oleh KESDM", jelasnya.

lebih lanjut Suhariyanto mengungkapkan bahwa BPS bersama Kementerian terkait juga perlu menyusun sistem neraca ekonomi lingkungan yang menjadi pilot project dari seluruh negara di dunia.

"Sistem ini akan diperlukan, yaitu sistem of environmental economic acccounting, BPS jadi pilot project dari seluruh negara di dunia," pungkasnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Direktur (Presdir) JNE, Mohamad Feriadi saat menerima plakat Ramadhan Bahagia oleh Bendahara Jurnalis Filantropi Indonesia (Jufi) Ahmad Zuhdi

Jumat, 01 Juli 2022 - 22:54 WIB

Kunci Sukses PT JNE, Berbisnis Melibatkan Tuhan

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menjadi salah satu perusahaan logistik ternama di Tanah Air.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

Jumat, 01 Juli 2022 - 18:52 WIB

Menkeu: Anggaran Perlinsos Naik Seiring Guncangan yang Dirasakan Masyarakat

Jakarta, Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran perlindungan sosial (perlinsos) mengalami kenaikan seiring dengan guncangan yang dirasakan oleh masyarakat.

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 01 Juli 2022 - 18:41 WIB

Tegas! Sri Mulyani: Kami Tak Akan Lagi Berikan Program Pengampunan Pajak!

Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022), menegaskan pihaknya tidak akan lagi memberikan program pengampunan pajak.

Ikan Gurame Asam Manis (Foto: Instagram: dcost.seafood)

Jumat, 01 Juli 2022 - 18:30 WIB

3 Rekomendasi Tempat Makan Seafood Nikmat, dijamin Bikin Ketagihan

Bagi kamu pecinta hidangan laut, ada satu rekomendasi restoran yang wajib kamu coba nih! Ya, namanya D'Cost, ini merupakan jaringan restoran seafood terbesar di Indonesia.

Direktur SDM dan Hukum PT ASABRI (Persero) Sri Ainin Muktirizka beserta jajaran menghadiri langsung Penanaman Pohon di Polda Kepulauan Riau

Jumat, 01 Juli 2022 - 18:16 WIB

ASABRI Tanam Pohon di Sejumlah Kesatuan Kepolisian

Dalam memperingati Hari Ulang Tahun Ke-76 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2022, PT ASABRI (Persero) melaksanakan Program Pelestarian Alam melalui Penanaman Pohon di sejumlah kesatuan Kepolisian.