APBI Akan Pelajari Dampak Dari Ditetapkanya Harga Batubara Untuk Kelistrikan Nasional

Oleh : Hariyanto | Minggu, 11 Maret 2018 - 08:25 WIB

Finlandia Susun Strategi Energi dan Iklim Baru Hentikan Penggunaan Batu bara
Finlandia Susun Strategi Energi dan Iklim Baru Hentikan Penggunaan Batu bara

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) akan mempelajari dampak-dampak yang muncul dari ditetapkannya harga batu bara untuk kelistrikan nasional.

"Kami malah baru dengar hari ini, masih akan kami pelajari lebih lanjut apa nantinya dampak-dampak yang muncul," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Hendra Sinadia ketika datang ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Hendra mengungkapkan, apa pun kebijakan yang muncul adalah jangan sampai mempersulit rakyat, misalkan sampai menaikkan harga listrik.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat menetapkan harga batu bara khusus untuk kepentingan kelistrikan nasional melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 Tentang Harga Jual Batu Bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

"Keputusan ini berlangsung hingga 2019, dan khusus bagi kelistrikan yang didistribusikan PLN untuk masyarakat," kata Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja sama ESDM, Agung Pribadi.

Keputusan Menteri ESDM dimaksud mempertimbangkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Perubahan Kelima PP Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara, dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batu Bara.

Pemerintah menetapkan harga jual batu bara untuk PLTU dalam negeri sebesar US$70 per ton untuk nilai kalori 6.322 GAR atau menggunakan harga batu bara acuan (HBA) apabila HBA berada di bawah US$70 per ton.

"Sedangkan apabila harga di bawah US$70, maka harga yang dipakai adalah yang terendah," katanya.

Untuk harga batu bara dengan nilai kalori lainnya dikonversi terhadap harga batu bara pada nilai kalori 6.322 GAR tersebut berdasarkan perhitungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penetapan harga khusus tersebut berlaku surut sejak 1 Januari 2018 hingga Desember 2019. Artinya kontrak-kontrak penjualan yang sudah berjalan sejak 1 Januari 2018 akan disesuaikan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi (kemeja putih) didampingi Direktur BTN, Budi Satria (kanan), sedang berbincang-bincang dengan calon konsumen KPR BTN ketika sedang melakukan akad kredit di Medan, Sumatera Utara, Senin (22/04/2019).

Selasa, 23 April 2019 - 01:35 WIB

Bank BTN Gelar Akad Kredit Massal untuk 8.500 Unit Rumah Bernilai Rp1 Triliun

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, menggelar akad massal untuk 8.500 unit rumah yang digelar secara serentak di seluruh kantor cabang perseroan dengan total nilai mencapai lebih…

Prince Hassan Resmikan Klinik Bantuan BAZNAS Untuk Pengungsi Palestina

Senin, 22 April 2019 - 21:01 WIB

Prince Hassan Resmikan Klinik Bantuan BAZNAS Untuk Pengungsi Palestina

Presiden Jordan Medical Aid For Palestinians (MAP), Prince El Hassan Bin Talal, meresmikan klinik bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk pengungsi Palestina di Yordania. “Klinik…

Traveloka Epic Sale 2019

Senin, 22 April 2019 - 20:46 WIB

Mudahkan Pengguna Wujudkan Impian Liburan Hari Raya, Traveloka Hadirkan EPIC Sale 2019

Para pengguna Traveloka sebentar lagi akan dapat menikmati potongan harga terbatas yang luar biasa melalui program khusus Traveloka Epic Sale. Program yang akan berlangsung pada tanggal 24-27…

Capres Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 20:30 WIB

Capres Prabowo Sakit, Tak Bisa Bertemu Utusan Capres Jokowi

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak bisa bertemu…

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 22 April 2019 - 20:15 WIB

Kejar Target Pertumbuhan Industri 5,4 Persen, Ini Program Strategis Menperin

Kementerian Perindustrian terus berupaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) kompeten terutama yang siap menghadapi era industri 4.0.