INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk menambah direksi baru berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yaitu Direktur Human Capital & Corporate Affairs yang diamanatkan kepada Asep Kurnia yang sebelumnya masih dirangkap oleh Direktur Utama.
"Amanah yang diberikan kepada saya akan dijaga dengan baik dan saya akan mengerahkan kemampuan saya untuk dapat memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan," ujar Asep dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/3/2018)
Ia menambahkan bahwa dirinya akan mempersiapkan sumber daya manusia GMF untuk mempersiapkan pengembangan bisnis GMF kedepannya.
Sebelum ditunjuk menjadi direktur Asep Kurnia menjabat sebagai VP Human Capital di GMF sejak Februari 2015.
Atas amanah barunya, Asep Kurnia menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Berikut merupakan susunan pengurus Perseroan berdasarkan keputusan RUPSLB PT GMF AeroAsia Tbk Direktur Utama Iwan Joeniarto, Direktur Insan Nur Cahyo, Direktur Rahmat Hanafi, DirektUR Asep Kurnia dan Direktur Independen Tazar Marta Kurniawan.
Dalam RUPSLB, Selasa (6/3) dibahas tiga agenda yaitu Persetujuan Rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan Perubahan susunan pengurus Perseroan.
Pada agenda yang pertama, GMFI mengajukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
Menurut Direktur Utama GMF Iwan Juniarto perseroan sebanyak-banyaknya dapat melakukan penerbitan 2,8miliar saham atau setara dengan 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan.
"Total saham baru yang diterbitkan adalah sebanyak 2,3 miliar saham atau setara dengan 8,28 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan perseroan juga menerbitkan saham baru dalam Program MESOP sejumlah sebanyak-banyaknya 485.616.300 saham atau 1,72 persen dari total modal ditempatkan dan disetorkan," kata Iwan.
Iwan juga mengungkapkan alasan pengajuan PMTHMETD oleh perseroan, yaitu untuk memperkuat struktur permodalannya.
"Saham baru ini akan dilepas kepada investor strategis yang sudah kami tentukan kriterianya yaitu memiliki kekuatan pemodalan, kemampuan mengembangkan bisnis GMF dan membawa nilai tambah terhadap posisi brand GMF," katanya.
Pada agenda RUPSLB yang kedua, pemegang saham menyetujui usulan perubahan anggaran dasar perusahaan.
Menurut Iwan, perubahan anggaran dasar ini didasari perseroan memandang perlu untuk melakukan beberapa perubahan ketentuan dalam anggaran dasarnya.
Hal ini dilakukan dalam rangka penyesuaian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, penyesuaian tata penulisan dalam akta dan penyesuaian terhadap referensi pasal.