INDUSTRY.co.id - Jakarta - Guna mendukung pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Indonesia memusatkan perhatian untuk menggarap infrastruktur transportasi maritim melalui pengembangan tol laut. 

Melihatrealisasi inisiatif pemerintah, PT Shell Indonesia melalui lini bisnis Shell Marine juga turut serta mendukung upaya pengembangan sektor transportasi laut dan perikanan. 

Global Brand and Communications Manager Shell Marine Vanda Laura mengatakan, Shell turut mendukung agenda Pemerintah di pengembangan sektor transportasi laut khususnya dalam bentuk penyediaan pelumas guna menunjang kegiatan operasional kapal dengan berbagai rute baru di Indonesia. 

"Kami percaya pemilihan pelumas yang tepat dapat mengurangi biaya pelumasan dan mengoptimalkan kerja mesin kapal. Dengan menggunakan pelumas Shell Marine, pelanggan tidak hanya mendapatkan keuntungan dari produk berkualitas namun juga dukungan teknis yang telah dinikmati oleh pelanggan kami di seluruh dunia,” papar Vanda Laura melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (2/3/2018).

Pada tahun ini Shell Marine menghadirkan produk terbarunya yaitu Shell Marine 40 yang dirancang khusus untuk merawat dan mengoptimalkan kinerja mesin kapal penangkap ikan dan kapal tunda. 

Shell Marine 40 dilengkapi dengan aditif yang membantu mesin bekerja lebih efisien dan sekaligus menjaganya dari korosi. Shell Marine 40 dihadirkan bukan sekedar untuk memperluas portfolio, namun juga sebagai salah satu cara untuk menyokong upaya pemerintah untuk miningkatkan produktifitas nelayan sehingga dapat memajukan industri perikanan. Mengingat ekspor hasil laut menjadi salah satu agenda kerja pemerintah. 

Shell Marine telah melayani lebih dari 10.000 kapal di seluruh dunia, mulai dari kapal tanker besar hingga perahu nelayan kecil di lebih dari 700 pelabuhan di 60 negara. 

Denganpengalaman yang luas dalam industri transportasi maritim selama lebih dari 100 tahun, Shell Marine secara konsisten bekerja sama dengan para konsumen untuk membantu menekan biaya pelumasan dengan meningkatkan kinerja mesin kapal.  

Salah satu keberhasilan ini dilakukan melalui inisiatif dukungan teknis Shell LubeMonitor, sebuah program pemantauan kondisi silinder untuk mesin dua-tak yang mampu mengidentifikasi adanya potensi penghematan hingga US$12.000 atau sekitar Rp. 165.000.000 per tahun  untuk satu kapal kontainer. 

Untuk menjaga kelancaran distribusi dan penjualan pelumas di sejumlah pelabuhan komersial dan non komersial di Indonesia, Shell Marine bekerja sama dengan beberapa distributor untuk mengoperasikan sejumlah sentra pasokan yang berlokasi di Medan, Batam, Palembang, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Tarakan, Makassar, Bitung dan Sorong. 

Untuk konsumen internasional yang berlabuh di Indonesia, pelumas Shell Marine tersedia di tiga pelabuhan utama, yaitu Jakarta, Surabaya dan Medan. Kebutuhan pelumas perkapalan di Indonesia diproduksi di pabrik pelumas Shell yang berlokasi di Marunda, Bekasi.