INDUSTRY.co.id - Mataram-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melemah pada perdagangan saat ini, Rabu (21/2/2018). Range IHSG di posisi 6502- 6713.

William Surya Wijaya, analis Indosurya Sekuritas mengatakan, melemahnya IHSG diperkirakan karena belum ada sentimen positif yang dapat mendongkrak IHSG.

"Hari ini IHSG berpotensi menghijau. IHSG saat ini bergerak dalam keadaan minim sentimen sehingga pergerakan bergerak dalam konsolidasi wajar menanti sentimen kuat untuk dapat melanjutkan kenaikannya kembali demi tercapainya rekor level tertinggi sepanjang masa yang baru, rilis data kinerja emiten full year masih akan mewarnai pola gerak IHSG saat ini," kata dia di Jakarta, Rabu (21/2/2018).

IHSG (-0.39%) turun -26.41 poin kelevel 6662.88 dengan sektor industri dasar (-1.38%) berbalik terkoreksi seiring sektor konsumer (-1.19%) dan aneka industri (-1.14%) yang juga melemah. Saham SMGR, KRAS dan WSBP menjadi leader pelemahan di sektor industri dasar. Optimisnya realisasi defisit APBN Januari 2018 sebesar Rp37.1 Triliun sebesar 0.25% terhadap PDB lebih rendah berbanding periode sebelumnya di tahun 2017 mencapai RP44.9 Triliun rupiah atau sebesar 0.33% PDB hingga realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp101.4 Triliun rupiah menjadi salah satu faktor penahan pelemahan IHSG. Investor asing tercatat net sell 198.73 Miliar rupiah dengan saham BBRI yang menjadi top net value.

Ia menyuguhkan beberapa saham-saham pilihan yang investor dapat memilahnya untuk diakumulasi, yaitu: BJTM, BBCA, TLKM, ADHI, MYOR, EXCL, SMCB, BBNI dan PWON