INDUSTRY.co.id - Jakarta-Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menceritakan kembali kisah perjuangan kakeknya yang mendirikan Nahdlatul Wathan, Tuan Guru Kiayi Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Advertisement

Ia katakan antara ajaran Islam dan kebangsaan yang selalu didengungkan kakeknya saat itu ke masyarakat NTB hingga sekarang, berjalan beriringan.

"Perjuangan Islam tidak hampa ruang dan waktu. Diserap menyatu dengan dakwah. Orang tua kami TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan  Nahdlatul Wathon, arti harfiah kebangkitan tanah air. Mereka melihat perjuangan dan ke Islaman bagai mata uang," kata dia saat membuka Mukernas Forjim di Mataram, NTB, Selasa (20/2/2018).

Advertisement

Selain itu, lanjut dia, dalam membangun negara jangan sampai besebrangan antara kebangsaan dengan ke Islaman.

"Misal akhir ini ada jarak antara ke Indonesiaan dan ke Islaman. Mungkin komponen perjuangan belum berusaha integrasi," katanya.

Advertisement

Lebih jauh katanya, kakeknya yang menginspirasinya untuk menumbuhkan ekonomi yang mampu mengangkat kemiskinan menuju yang lebih sejahtera.

"Ekonomi tidak hanya pertumbuhan namun menuju keadilan dengan memperkecil ketimpangan. Sudahkah kita bicara gini rasio. Atau terjebak retorika isu," katanya.

Advertisement