INDUSTRY.co.id, Jakarta - Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) MHA Ridhwan, mengatakan bonus demografi akan menguntungkan perekonomian baik daerah maupun nasional.

Advertisement

"Bank Indonesia menilai bonus demografi atau usia angkatan kerja mencapai 70 persen hingga 2030 mendatang harus dimanfaatkan Provinsi Sulawesi Utara untuk pertumbuhan ekonominya," kata Ridhwan, Selasa (20/2).
Pada tahun 2020-2030, tambah Ridhwan, mayoritas penduduk Sulut berada pada usia produktif yakni 15 hingga 64 tahun.

"Bonus demografi ini harus dimanfaatkan dengan baik, terutama pada momentum perekonomian global yang berangsur-angsur pulih dan terus bertumbuh positif," ujarnya.

Advertisement

Jumlah penduduk dengan usia produktif di Provinsi Sulut diproyeksikan akan terus bertumbuh hingga 2030, dengan dependency ratio yang semakin kecil hingga di angka 0,47.

"Saya kira ini menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi Sulut yang harus dimanfaatkan dengan baik," katanya lagi.

Advertisement

Hanya saja, tutur Ridhwan, melimpahnya porsi angkatan kerja dinilai berisiko menimbulkan kondisi jebakan kelas menengah (middle income trap) dalam jangka panjang, apabila tidak dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Kualitas Sumber daya manusia menjadi faktor penentu dalam memanfaatkan momentum ini, terutama dapat diukur dari kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat Provinsi Sulut," ujarnya.

Advertisement

Seperti yang dilansir dari kantor berita Antara, pihak BI Sulut memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah, di antaranya pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk perlu menyusun roadmap supply-demand tenaga kerja dalam rangka peningkatan SDM yang terukur dan berdasar pada pemetaan akar permasalahan kualitas SDM masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Sulut.

Ridhwan menerangkan, pencapaian-pencapaian tersebut perlu dievaluasi pencapaiannya setiap tahun, serta dinamis menyesuaikan perkembangan zaman.

Dan juga perlunya peningkatan skill SDM via pendidikan dasar keahlian dan keterampilan dengan memperkuat kolaborasi bersama antara akademisi dan industri penyerap tenaga kerja baik lokal maupun di luar Provinsi Sulut.

Begitupula peningkatan kualitas serta ukuran dari sentra-sentra pelatihan keterampilan tenaga kerja dengan memperkuat peran para ahli di bidang terkait, terutama yang berasal dari Sulut untuk meningkatakan motivasi bagi calon tenaga kerja dalam meniti karir profesional di bidangnya masing-masing, pungkas Ridhwan