INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang terkoreksi pada perdagangan Selasa (20/2/2018). IHSG dalam rentang 6502 - 6713.

Advertisement

"Hari ini IHSG berpotensi menguat. IHSG dalam kurun waktu beberapa waktu mendatang memiliki potensi untuk bergerak dalam rentang konsolidsi wajar dengan peluang untuk kembali menggapai rekor level tertinggi sepanjang masa," ujar William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya IHSG setelah tercapainya rekor baru pada penutupan perdagangan kemarin, peluang koreksi masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat kondisi IHSG yang masih berada dalam jalur uptrend dalam jangka panjang.

Advertisement

Katanya, tentu dengan pemilihan saham yang tepat tanpa mengesampingkan likuiditas yang ada sebagai pertimbangan dalam berinvestasi.

IHSG (+1.48%) kemarin, menguat signifikan 97.71 poin diawal pekan pada level 6689.29 dengan sektor industri dasar (+2.99%) dan property (+2.49%) memimpin penguatan. Data penjualan mobil tahunan tumbuh 11.2% dari -2% diperiode sebelumnya. Investor asing tercatat net buy 419.65 Miliar rupiah dengan saham TLKM, BBCA dan BMRI yang menjadi top net value.

Advertisement

Ia menyodorkan beberapa saham berikut, BBNI, MYOR, SMCB, ROTI, AKRA, TLKM, HMSP, WIKA dan WTON

 

Advertisement