INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Aneka Tambang (Persero) Tbk mencatat penurunan biaya eksplorasi pada Desember 2016 sekitar 32,66% atau mejadi Rp1,01 miliar dari kurun waktu serupa tahun sebelumnya Rp1,5 miliar.
Sekretaris Perusahaan Trenggono Sutioso kepada Imq menuturkan, biaya eksplorasi preliminary ini fokus pada komoditas emas dan nikel.
Pada Desember 2016, kegiatan eksplorasi emas dilakukan di Pongkor, Jawa Barat. Di wilayah ini, kegiatan yang dilakukan terdiri dari pemerian inti bor, percontoan inti bor dan pemboran inti batuan. Total biayanya sekitar Rp143,92 juta.
Sedangkan eksplorasi nikel dilakukan di daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara yang terdiri atas pemetaan geologi, percontoan permukaan, percontoan core, logging core, percontoan petrografi, pemboran single dan pengukuran grid. Adapun biayanya sebesar Rp862,84 juta.
"Biaya preliminary kegiatan eksplorasi sepanjang 2016 mencapai Rp15,22 miliar," kata Trenggono melalui keterbukaan informasi BEI, Kamis (12/1/2017).
Ia menambahkan, pada tahun tersebut aktivitas eksplorasi difokuskan pada penemuan cadangan dan sumber daya baru komoditas emas.
Untuk mendongkrak kinerja komoditas emas, Antam menjalin sinergi dengan Pos Indonesia (Persero) sebagai mitra penyedia fasilitas penjualan, pembayaran dan distribusi produk logam mulia (LM). Rencananya, 109 kantor pos menjadi saluran bagi masyarakat yang ingin mendapatkan LM.
Pada perdagangan IHSG pukul 11.15 WIB, harga saham ANTM turun 5 poin ke level Rp870, dengan volume 8,727 juta saham. (Hrb)