INDUSTRY.co.id - New York,-- Nama desainer busana muslim dari Indonesia kembali jadi perbincangan panggg fesyen paling bgerngsi di kota New York yaitu New York Fashion Week (NYFW) The Show. Jika dulu tercatat nama Anissa Hasibuan, kali ini desainer asal Kalimantan Vivi Zubedi berhasil membuat kagum sekitar 500 tamu yang hadir memenuhi gedung Industria, downtown Manhattan New York tempat panggung utama NYFW, The Show diselenggarakan pada hari minggu lalu. Vivi tampil dengan rangkaian busana dengan tema Urang Banua.

Advertisement

Menampilkan 24 model dengan 34 koleksi terbaru, Vivi berhasil membuat para tamu kagum atas paduan warna hitam dan putih dengan memakai topi baseball cap yang sangat popular di New York. Apalagi Vivi menggunakan jenis kain yang berbeda yaitu kain Sasirangan dan Pagatan asal Kalimantan. Kedua jenis kain ini untuk pertama kalinya diperkenalkan di kota New York.

“Tahun lalu saat ikut NYFW first stage, saya membawa dua belas koleksi kain khas Indonesia, ternyata cukup banyak orang mengenal kain jepara atau kain batik tapi mereka tidak kenal Sasirangan. Lalu saat saya eksplore kain sasirangan di Kalimantan saya menemukan lagi kain tenun pagatan. Nah saat diundang IMG NY, saya memutuskan untuk membawa kain sasirangan dan pagatan dalam rancangan saya supaya bisa dikenal, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia internasional”, kata Vivi Zubedi sesaat setelah pertunjukan.

Advertisement

“Saya suka style dan koleksi Vivi, khususnya desain celana kaki yang lebar, perpaduan warna hitam dan putih sangat menakjubkan”, kata Miss Universe Demi-Leigh Nil Peters yang hadir diantara para tamu seperti fashion bloggers, pemerhati mode, fashionista pemilik butik dan fashion stylist.  

Sementara itu penampilan para model juga disesuaikan dengan make-up yang bernuansa alam sesuai dengan tema Urang Banua, Kalimantan Selatan. “Khusus untuk show ini, kita menggunakan make up untuk para model bernuansa forest look dengan warna hijau dan kuning keemasan juga summer dream look dengan warna oranye dan kuning. Ini menyesuaikan dengan iklim tropis Indonesia”, ujar Carolina Septerita, Creative Director dari Wardah Beauty yang juga mempunyai misi ingin memperkenalkan trend make up Indonesia di pasar global.

Advertisement

“Pertama kali saya melihat rancangan Vivi, sangat fashionable. Saya sangat senang melihat desain karya Vivi, ujar Amundo Daminiri pengamat mode dan hair stylist dari New York.

Sementara Vivi berencana untuk terus mengembangkan usaha mode di kota New York. “Saya berharap dari show NYFW ini, kita akan mendapatkan buyers dan customers yang banyak sehingga bisa membantu kehidupan para pengrajin Banua Borneo yang saat ini belum maju secara ekonomi. Untuk saat ini, koleksi saya bisa didapatkan di Indonesia Fashion Gallery di New York”, kata Vivi sebelum meninggalkan gedung NYFW. (AMZ)

Advertisement