INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan bergerak cenderung mixed mencoba menguat tertahan dengan range pergerakan 6460-6550.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya AKRA, ANTM, BBRI, BMTR, JSMR, SMGR, BRPT, INKP.
"IHSG secara teknikal membentuk pola candlestick bullish counter attack dengan terkonsolidasi positif pada level lower bollinger bands. Indikator Stochastic terkonsolidasi pada area dekat oversold dengan crossing line mengarah pada pergerakan positif," ujar dia di Jakarta, Senin (12/2/2018).
IHSG (-0.60%) ditutup melemah 39.11 poin dilevel 6505.52 dengan pelemahan pada sektor pertambangan(-2.48%) setelah harga komoditas tambang turun dipimpin oleh harga minyak WTI yang kembali berada dikisaran $60 perbarrel. Investor Asing tercatat net sell cukup besar 1.76 Triliun rupiah dengan saham BMRI dan ASII menjadi net Value aksi jual investor asing terbesar. Pelemahan rupiah hingga terendah sejak tahun 2016 menjadi faktor utama hingga BI menyatakan akan kembali memantau situasi global guna melakukan intervensi.
Indeks saham di Eropa dibuka terkoreksi tertahan. Indeks Eurostoxx (-0.23%), FTSE (-0.40%) dan DAX (-0.11%) melemah. Data pertumbuhan eksport di German berhasil menahan laju aksi jual investor di Eropa seiring pelemahan ekuitas global.
Mengakhiri pekan mayoritas indeks Asia ditutup pesimis melemah lebih dari 1%. Indeks Nikkei (-2.32%), TOPIX (-1.91%), Hangseng (-3.10%), CSI300 (-4.27%) dan KOSPI (-1.82%) ditutup turun masih diwarnai aksi jual. Pedagang ekuitas belum merasa nyaman dengan kenaikan dalam imbal hasil imbal hasil A.S. 10 tahun ke tertinggi dalam empat tahun terakhir, dan kekhawatiran mengenai taruhan yang tidak mengikat terhadap volatilitas saham terus membayangi pasar.