INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-68, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali menggelar pameran properti bertajuk Indonesia Property Expo (IPEX) 2018.

Advertisement

Acara ini juga digelar untuk menyukseskan Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pada 29 April 2015 lalu.

Direktur Utama BTN Maryono memprediksi sektor properti pada tahun ini akan mengalami kontraksi positif sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Advertisement

"Pasalnya, gelaran Pilkada serentak, persiapan Pilpres pada tahun depan, hingga ajang Asian Games diprediksi akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi tahun ini yang pada akhirnya akan meningkatkan daya beli masyarakat untuk memiliki rumah," ujar Maryono dalam acara pembukaan IPEX 2018 di JCC, Jakarta, Sabtu (3/2/2018).

Ia menambahkan, saat ini pun angka permintaan rumah masih tinggi atau mencapai lebih dari 11 juta unit. "Dengan adanya peningkatan daya beli pada tahun ini dibarengi dengan berbagai promosi yang kami berikan, BTN optimistis akan mencetak kredit baru senilai Rp5 triliun dari IPEX 2018," katanya.

Advertisement

Dia melanjutkan, keyakinan tersebut ditopang berbagai promosi menarik yang ditawarkan pada IPEX 2018 dan proyeksi kembali berkontraksinya sektor properti karena perbaikan ekonomi tahun ini serta angka permintaan hunian yang masih tinggi.

Pameran IPEX 2018 terdapat lebih dari 868 proyek perumahan dari 152 pengembang di Indonesia. Proyek-proyek perumahan tersebut tersebar di berbagai daerah mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

Advertisement

Dari ratusan proyek perumahan tersebut, sebanyak 60 persen merupakan unit hunian horizontal sementara sisanya vertikal dengan harga jual mulai Rp130 juta hingga Rp5 miliar.

Untuk memiliki hunian-hunian yang ditawarkan dalam IPEX 2018, BTN menawarkan berbagai promosi menarik. Untuk skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Non-Subsidi, emiten bersandi saham BBTN ini memberikan promo suku bunga subsidi pengembang sebesar 4,68 persen fixed satu tahun.

BTN juga menyediakan fasilitas uang muka ringan mulai dari lima persen untuk KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) Non-Subsidi. Berbagai promosi menarik yang juga bisa dinikmati pengunjung dari pameran tahunan ini yakni bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal, dan diskon asuransi jiwa.

"Masyarakat juga bisa membeli rumah yang ditawarkan dalam ajang ini menggunakan skema KPR Subsidi dengan bunga hanya sebesar lima persen fixed selama jangka waktu kredit, uang muka mulai satu persen, diskon biaya provisi sebesar 50 persen, dan bebas biaya untuk laporan pemeriksaan akhir," jelas dia.

Dalam IPEX 2018, perseroan juga meluncurkan produk KPR Zero untuk memudahkan masyarakat Indonesia memiliki rumah. Melalui produk yang merupakan rebranding dari KPR Easy Payment tersebut, debitur hanya membayar cicilan bunga KPR dengan grace period pokok selama dua tahun.

"KPR Zero juga menawarkan pembebasan pembayaran beban pokok. Dengan fasilitas yang kami tawarkan ini, kami berharap akan semakin banyak menjangkau masyarakat memiliki rumah dengan harga dan skema terjangkau," pungkasnya.