INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin gencar mendorong pengembangan kawasan industri ke seluruh wilayah di Indonesia.

Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, hampir 65 persen kawasan industri saat ini berada di Pulau Jawa.

"65 persen kawasan industri ada di Pulau Jawa, kesenjangan ini harus diatasi dengan upaya pengembangan kawasan industri di luar Pulau Jawa," ujar Putu seusai acara Dialog Awal Tahun bersama HKI di Jakarta (31/1/2018).

Advertisement

Ia menambahkan, kawasan industri khususnya di luar Pulau Jawa saat ini sudah mulai bertumbuh sesuai dengan semangat nawacita Presiden Jokowi untuk menyebarluaskan pertumbuhan industri hingga ke pelosok daerah.

"Untuk kawasan industri di Pulau Jawa, kita dorong supaya industri padat karya dan berorientasi ekspor dan itu sudah mulai kelihatan," terangnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Putu mengungkapkan, berdasarkan program nawacita Presiden Jokowi, pemerintah menargetkan dapat membangun 10 kawasan industri hingga tahun 2019. Sampai dengan saat ini sudah 10 kawasan industri yang beroperasi.

"Terget kami sudah tercapai, saat ini kita sedang fokus untuk mendorong investasi di dalam kawasan tersebut. Kalau hanya kawasan saja tidak ada isinya buat apa?. Investasi yang kita dorong," kata Putu.

Advertisement

Putu mengungkapkan, untuk tahun 2018, rencananya akan ada tiga kawasan industri baru yang akan beroperasi yaitu, kawasan industri Lhokseumawe di Aceh, kawasan industri Wilmar di Serang, serta kawasan industri tanjung buton di Kalimantan, Riau.

"Dengan tambahan tiga lagi kawasan industri yang beroperasi tahun ini, dan tambahan lima kawasan industri pada 2019, maka total kawasan industri yang dibangun adalah 19. Jumlah itu sudah melebih target program Pak Presiden," terang Putu.

Dengan 13 kawasan industri yang diproyeksi akan berdiri pada sepanjang 2018, pemerintah memproyeksi total nilai investasi yang akan terkumpul sekitar Rp250,7 triliun dengan estimasi tenaga kerja yang terserap sebanyak lebih dari 110.000 orang.

Putu berharap nantinya kawasan industri yang ada di luar Pulau Jawa akan mendukung pemerataan ekonomi Indonesia.

"Jadi semakin banyak kawaasan industri maka akan semakin baik karena bisa mendukung pemerataan ekonomi," tuturnya.