INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ajang Artpreneur Talk 2018 akan segera digelar pada 14 Februari 2018 mendatang. Bertempat di Ciputra Artpreneur Theater, Artpreneur Talk 2018 memilih generasi milenial sebagai pokok pembahasan dengan tema "Converting Millennials Into New Brand Lovers".

Artpreneur Talk 2018 akan menampilkan moderator yang kredibel dan pembicara terkemuka di industri. Pada debutnya tahun ini, Rina Ciputra Sastrawinata, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian Ciputra Group dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

“Artpreneur Talk ini menjadi acara tahunan yang menyediakan konten menarik, mendidik dan beragam tentang topik hangat terkini. Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kami kepada Indonesia,” kata Rina pada konferensi pers peluncuran Artpreneur Talk 2018 di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Rina mengatakan, para pembicara yang akan tampil di antaranya adalah William Tanuwidjaja, Co-Founder dan CEO Tokopedia, Piotr Jakubowski, Chief Marketing Officer GO-JEK, Farhana Devi Attamimi, Executive Director of Strategy, Hakuhodo Network Indonesia, Anton Wirjono, Founder The Goods Dept, Eka Sugiarto, Head Of Media Unilever Indonesia & SEAA, dan masih banyak lagi pembicara yang bisa memberikan solusi terhadap perusuhaan yang ingin memenangkan pertempuran di era digital.

"Artpreneur Talk juga mengundang beberapa influencer millennial terkenal seperti Agung Hapsah, Content Creator dengan 770k subscribers dan 41 juta views, Ayudia Bing Slamet dengan 1.1 juta Instagram followers dan Benakribo dengan 220k Youtube subscribers," katanya.

Lebih lanjut, Rina menjelaskan, generasi milenial menjadi tema utama karena anak muda yang identik dengan melek teknologi dan pop culture merupakan kekuatan potensial Indonesia yang sangat besar.

Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15 hingga 64 tahun) mencapai 180 juta jiwa (70%) pada 2020-2030. Sementara itu populasi penduduk Indonesia yang berusia antara 15 hingga 34 tahun sangat besar, yakni mencapai 34,45%.

Acara Artpreneur Talk 2018 tersebut akan dibuka oleh Ir. Ciputra, pendiri dari Ciputra Group. Ciputra menjelaskan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang dalam masa transisi dari pola bisnis konvensional ke bisnis digital. 

“Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara sehingga punya peranan penting di tingkat global. Yang perlu diperhatikan adalah situasi bisnis di Indonesia saat ini tengah berada pada era transisi dari bisnis berbasis konvensional atau tradisional menuju ke era digital. Transisi ini membutuhkan kiat khusus agar pelaku bisnis bisa tetap bersaing dan menjadi pemenang,” kata Ir. Ciputra.

Sementara itu Piotr Jakubowski (CMO GO-JEK) yang juga akan menjadi salah satu pembicara di Artpreneur talk 2018 menjelaskan pentingnya peranan dunia ICT di era milenial. Senada dengan Ir. Ciputra dan Rina Ciputra Sastrawinata, Piotr menganggap Indonesia memiliki dua potensi utama yang bisa menjadi kekuatan yaitu generasi milenial dan pemanfaatan teknologi digital sebagai model bisnis masa depan sebagai pendorong tumbuhnya ekonomi.

“Dalam mengembangkan usaha di era digital baik itu startupatau bisnis lainnya, penting untuk memiliki diferensiasi. Di sinilah generasi milenial memiliki peran penting karena mereka biasanya memiliki ide-ide brilian yang kreatif dan seringkali tidak terpikirkan sebelumnya,” ujar PiotrJakubowski.

Sementara, Yoris Sebastian, founder of OMG Consulting sekaligus salah satu penulis buku  berjudul Generasi Langgas Millenials Indonesia mengatakan  saat ini millennials entrepreneur di era digital masih sangat rendah.

"Padahal potensinya cukup besar untuk generasi langgas yang karakteristiknya suka kebebasan. Mereka seharusnya menjadi entrepreneur bukan menjadi karyawan,” tutur Yoris.