INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindistrian (Menperin) Airlangga Hartarto menerima kunjungan Kepala Manufaktur Global Mattel Indonesia, Mike Eilola di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Advertisement

"Dalam kunjungan Mattel kali ini, kami mendiskusikan soal potensi pasar mainan di Indonesia," ujar Airlangga.

Selain itu, lanjut Menperin, Mattel berencana untuk memperluas pasar mereka di Indonesia. Bagaimanapun, Indonesia merupakan bagian penting rantai pasok global Mattel dengan fasilitas manufaktur boneka fashion terbesar di dunia.

Advertisement

Menperin menambahkan, Mattel sendiri mengungkapkan peluang mereka untuk berinvestasi lebih lanjut dengan menghubungkan produksi merek barbie dan hot wheels yang akan menjadikan Indonesia menjadi pesaing yang sangat kuat.

"Peluang mereka untuk berinvestasi di Indonesia cukup kuat dengan menghubungkan produk keunggulan mereka di Indonesia," terangnya.

Advertisement

Dalam diskusi tersebut, tambah Menperin, mereka juga meminta masukan dan mendiskusikan lebih jauh tentang peluang investasi dan insentif yang ada di Indonesia.

Menperin mengemukakan, kinerja industri mainan memberikan kontribusi cukup signifikan bagi pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional. Terlebih lagi, industri mainan tergolong sektor padat karya yang berorientasi ekspor.

Advertisement

"Kami sampaikan bahwa ekspor komoditi mainan sampai dengan bulan September tahun 2017 ini mencapai USD 228,39 juta atau naik sebesar 8,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 (YoY) sebesar USD209,59 juta," paparnya.

Selanjutnya, penyerapan tenaga kerja di sektor industri mainan sebanyak 23.116 orang dengan nilai investasi pada tahun 2016 sebesar USD14,76 juta dan sampai triwulan III tahun 2017 telah mencapai USD9,52 juta.

Kemenperin tengah mengusulkan suatu skema insentif baru bagi industri nasional agar kinerjanya semakin produktif dan berdaya saing di tingkat global. Salah satunya untuk industri padat karya berorientasi ekspor, yang akan diberikan fasilitas berupa pengurangan pajak melalui penghitungan berbasis kepada jumlah penyerapan tenaga kerjanya.

"Misalnya, mereka mempekerjakan sebanyak 1.000, 3.000 atau di atas 5.000 tenaga kerja. Itu kamiakan berikan scheme tax allowancetersendiri. Ini yang sedang kami bahas dengan Kementerian Keuangan," ungkapnya.

Dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional, Menteri Airangga pun menegaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja sektor manufaktur melalui berbagai langkah strategis.

Di antaranya adalah menerbitkan sejumlah paket kebijakan ekonomi, melakukan deregulasi, serta memangkas berbagai peraturan, perizinan, dan birokrasi yang dirasa menghambat.

"Seluruh upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memudahkan para pelaku industri berusaha di Indonesia," imbuhnya.