INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa kejadian puting beliung di beberapa daerah diperkirakan akan terus meningkat. Meski pihak BNPB tidak bisa memperkirakan kapan dan di mana akan terjadi.

"Puting beliung masih akan terjadi. Kapan dan di mana akan terjadi, tidak bisa diperkirakan karena penyebabnya adalah faktor alam, yaitu perbedaan tekanan," kata Sutopo ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.

Sutopo juga mengatakan, kejadian puting beliung bisa diperkirakan akan terus meningkat ini dikarenakan terkait dengan perubahan penggunaan lahan yang begitu besar.

Semakin banyak lahan yang berubah penggunaannya, misalnya dari hutan menjadi perkebunan atau dari lahan pertanian menjadi permukiman, akan semakin besar kemungkinan menyebabkan perubahan tekanan udara.

"Keberadaan manusia jelas berpengaruh terhadap perubahan tekanan dan suhu udara. Faktor manusia juga dapat menyebabkan perubahan tekanan yang berpeluang menyebabkan angin puting beliung," jelasnya.

Kebanyakan bencana yang terjadi di Indonesia memang disebabkan oleh faktor manusia, yaitu perubahan penggunaan lahan dan cara hidup yang tidak memperhatikan konservasi lingkungan. Banjir dan tanah longsor misalnya, lebih banyak disebabkan oleh perilaku membuang sampah di sungai dan alih guna lahan tebing yang sebelumnya berupa hutan menjadi permukiman.