INDUSTRY.co.id - Jember- Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Jember Luqman Arif mengatakan kegiatan balap sepeda Tour de Indonesia yang melewati sejumlah perlintasan kereta tidak akan mengganggu perjalanan kereta api di wilayah daerah operasi setempat.

Advertisement

"Operasional perjalanan kereta api yang bersamaan dengan pelaksanaan balap sepeda Tour de Indonesia 2018 pada Sabtu (27/1/2018 ) tetap normal seperti hari biasa," katanya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (26/1/2018)

Para peserta balap sepeda Tour de Indonesia akan memulai etape ketiga pada 27 Januari 2018 yang dimulai dari Kabupaten Probolinggo kemudian Lumajang dan melewati Kabupaten Jember menuju Kabupaten Banyuwangi yang merupakan wilayah kerja Daerah Operasi (Daop) 9 Jember.

Advertisement

"Rute peserta balap sepeda tersebut akan melewati sembilan perlintasan sebidang di wilayah Daop 9 Jember, sehingga petugas akan 'stand by' di tiap perlintasan yang dilewati," tuturnya.

Peserta balap sepeda tersebut akan melewati perlintasan nomor 04 antara Stasiun Probolinggo - Leces, perlintasan nomor 32 antara Stasiun Leces-Malasan, perlintasan nomor 43 antara stasiun Malasan-Ranuyoso, perlintasan nomor 59 antara Stasiun Klakah - Randuagung, perlintasan nomor 78 antara Stasiun Randuagung-Jatiroto.

Advertisement

Kemudian perlintasan nomor 79 antara Stasiun Jatiroto -Tanggul, perlintasan nomor 88 antara Stasiun Jatiroto-Tanggul, perlintasan nomor 125 antara Stasiun Bangsalsari-Rambipuji, perlintasan nomor 30 antara Stasiun Sempolan-Garahan.

"Kami berkomitmen mendukung penuh kesuksesan pelaksanaan balap sepeda internasional tersebut yakni PT KAI Daop 9 Jember aktif berkoordinasi dengan instansi terkait, baik kepolisian maupun Dinas Perhubungan di tiap kabupaten yang dilewati kegiatan balap sepeda Tour de Indonesia," katanya.

Advertisement

Ia mengatakan terdapat dua perjalanan kereta api yang melintas saat peserta balap sepeda tersebut melewati sejumlah perlintasan yaitu KA Sri Tanjung relasi Banyuwangi-Yogyakarta dan KA Mutiara Timur relasi Banyuwangi-Surabaya.

"Petugas siaga di tiap perlintasan yang dilewati peserta balap sepeda tersebut. Pusat Pengendali Operasi Perjalanan Kereta Api juga berkoordinasi dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk keamanan perjalanan kereta api dan juga kesuksesan jalannya perlombaan balap sepeda Tour de Indonesia tersebut," ujarnya seperti dilansir Antara.

Luqman menjelaskan kegiatan balap sepeda itu tidak akan mengganggu jadwal operasional dan perjalanan kereta api karena sudah ada beberapa solusi yang akan dilakukan ketika perjalanan kereta itu bersamaan dengan jadwal peserta melewati perlintasan kereta.

"Misalnya peserta balap sepeda itu akan melintasi perlintasan kereta api dan pada saat yang bersamaan terdapat kereta yang berjalan, maka kereta akan berhenti sebentar di kanan atau kiri stasiun, sehingga memprioritaskan perjalanan peserta Tour de Indonesia," katanya.

Ia memprediksi kereta hanya berhenti sekitar 5 sampai 10 menit, sehingga dipastikan tidak akan mengganggu perjalanan kereta api dan perjalanan peserta balap sepeda tersebut berjalan lancar.