INDUSTRY.co.id - Jakarta, Asosiasi Kaca Pembaran dan Pengaman (AKLP) berharap pembentukan holding migas sebagai National Oil Company dapat menjalankan fungsi dasar migas sebagai energi produktif untuk pertumbuhan ekonomi sektor manufaktur.
"Kami berharap pembentukan holding migas dapat menjakankan kerjanya sebagai fungsi dasar migas," ujar Ketua AKLP, Yustinus Gunawan kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta, Jumat (26/1/2018).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pembentukan holding migas harus mendorong pertumbuhan sektor manufaktur dan penyerapan tenaga kerja dalam negeri.
"Penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur penting untuk dilakukan holding migas yang akan terbentuk," terangnya.
Menurutnya, yang harus dilakukan holding migas saat ini adalah menurunkan biaya transmisi dan distribusi gas lewat pipa. "Holding miga harus secepatnya melakukan itu, jika tidak ingin sektor manufaktur dalam negeri terganggu," ucap Yustinus.
Ia melanjutkan, biaya transmisi dan distribusi lewat pipa gas merupakan bukti bahwa paket kebijakan ekonomi tentang efisiensi hulu dan hilir migas belum terbukti menaikkan sektor manufaktur.
Lebih lanjut, ia meminta kepada holding migas yang akan segera terbentuk untuk dapat sesegera mungkin menurunkan harga gas untuk industri yang makin tidak ada kejelasan.
"Kalau harga gas tidak turun, maka holding hanya sibuk berakrobat dengan diri sendiri. Holding Migas akan berguna bila turunkan harga gas industri," pungkasnya.