Menyikapi BITCOIN dan Crypto Currency

Oleh : Tung Desem Waringin | Minggu, 21 Januari 2018 - 18:20 WIB

Tung Desem Waringin.
Tung Desem Waringin.

INDUSTRY.co.id -Seperti lukisan, banyak orang bisa melukis. Namun tidak semua orang yang melukis lukisannya akan laku dijual. Demikian juga Cripto Currency banyak (lebih dari satu) yg bisa membuat namun tidak semua bisa laku.

Lukisan juga terbatas ketika pelukisnya meninggal dunia. Demikian juga BitCoin dan Crypto Currency yg limit. Bukan unlimited.

BitCoin dan Crypto Currency tidak ada back up dari Pemerintah. Lukisan juga tidak ada back up dari pemerintah.

Demikian juga lukisan seperti BitCoin, tidak stabil harganya. Tergantung late comers juga.

Seperti Bit Coin, lukisan juga tidak selalu bisa menyimpan value-nya dengan baik, untuk keperluan komersial atau memfasilitasi perdagangan.

Lukisan juga produces nothing, no deviden, no rental income (ada persewaan lukisan kah?). Nothing. Seperti BitCoin.

Lukisan masih bisa di gantung jadi hiasan. Kalau Bit Coin hanya catatan.

Namun banyak juga yang membeli lukisan hanya pure di simpan tidak di display.

Strategi investasi tentu saja yg TERBAIK adalah yg Incontrol dan Relatif Menguntungkan Namun tidak semua investasi yg incontrol ternyata benar2 incontrol. Juga tidak semua investasi yg incontrol dapat return yg baik.

Investasi yang menghasilkan Return Terbaik adalah Investasi Leher ke atas (Pengetahuan) yg dipraktekkan.

Aset alokasi sesuai dengan umur, keberanian ambil resiko. Keikhlasan bila hilang. Serta tidak euphoria bila untung (karena euphoria sering bikin mata gelap, tidak waspada lagi, taruh semua harta karena menguntungkan dan amblas).

Yang ideal tentu saja, ketika PASIF INCOME sudah LEBIH BESAR dari GAYA HIDUP. Dan dari Pasif Income tersebut di alokasikan utk menghasilkan Pasif Income lebih banyak lagi dan portfolio income (capital gain).

Bila tepat ternyata investasi nya naik, di investasi yg agak slebor, agak mengandalkan HOPE daripada strategi, ya segera Capital (Modal) di tarik dulu.

Kalau untung, tambah kaya banget. Kalau tidak untung masih tetap tambah kaya. Karena cuma sebagian dari Pasif Income nya yang di taruh di investasi tadi. Enak tho...

Makanya bila baru punya aktif Income, belum punya Pasif Income dan Portfolio Income, lebih baik ikat pinggang dulu. Sisihkan Energi: Waktu, Pikiran, Uang, Tenaga, Fokus dan Usaha, untuk Belajar dan Praktek buat Pasif Income sampai Lebih Besar dari Gaya Hidup yang diinginkan.

Bila baru punya Aktif Income saja apalagi Belum punya Income. Jangan kebanyakan Gaya deh.... Karena menurut Hukum Fisika, Hukum Alam ciptaan Tuhan : Gaya sebanding lurus dengan Tekanan. Bila Hidup banyak Tekanan berarti kebanyakan Gaya....

Sebelum Punya Pasif Income lebih Besar dari Gaya Hidup sudah senang Bergaya, entah bakal Sedih sekarang atau Susah belakang ketika aktif income berhenti sedang biaya hidup terus lanjut... Tekanan terus berlanjut... Celaka deh.

Bila Pasif Income sudah lebih besar dari Gaya Hidup... ya, silahkan bergaya sesuai atau lebih kecil dari Pasif Income nya.

Tentu saja adalah hak masing-masing untuk investasi dimana. Namun sayang bila tanpa prinsip, tanpa ilmu....., hanya ikut2an saja...

Kalau anjlok jadi menyakitkan. Apalagi kalau Investasi tanpa keahlian malah pakai margin trading atau leverage dengan hutang yg jauh lebih besar dari kekuatan. Bisa habis semua dan masih minus.

Demikian sebaliknya kalau hanya berdasarkan ketakutan saja.., ya sulit bertumbuh deh.

Daripada berdasarkan Fear and Greedy. Lebih baik Berdasarkan Strategi. Strategi di dapat dari Belajar dan Praktek.

Di Singapore orang yg sedang Belajar dan Praktek nyetir mobil. Mobilnya di tempeli "L" sebagai tanda dia sedang LEARN (belajar). Ketika sudah bisa dan dapat SIM maka huruf "L" nya di turunkan.

Demikian juga kita ketika kita sedang belajar sekaligus Praktek :

Learn, LEARN, Learn and Action. Ketika sudah BISA, maka huruf "L" nya di turunkan. Jadilah "EARN".

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Kementan tinjau Duren yang akan diekspor

Senin, 23 September 2019 - 22:06 WIB

Inovasi Satu Klik Dukung Pertumbuhan Ekspor Pertanian Sumut

Belawan -- Ekspor sejumlah komoditas hortikultura asal Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data pada sistem IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) di…

Salah satu tanaman hortikultura

Senin, 23 September 2019 - 22:01 WIB

Buka Lahan Tanpa Dibakar, Petani Riau Kembangkan Hortikultura

Pekanbaru - Tengku Rafli, Petani kebun di Kelurahan Agro Wisata, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru sukses mengubah lahan 10 hektar milik negara menjadi lahan produktif untuk tanaman hortikultura.…

Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana (kanan) dan Juara 2 Point Blank Woman Championship 2019 Moscow Indri Sherlyana Tunggal (kiri)

Senin, 23 September 2019 - 21:53 WIB

Telkom Luncurkan IndiHome Paket Premium Kecepatan Hingga 300 Mbps

Surabaya – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berupaya memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi seluruh segmen pelanggannya. Kali ini, Telkom mempersembahkan IndiHome…

President PT Samsung Electronics Indonesia JaeHoon Kwon dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Didik Suhardi seusai penandatanganan Samsung Indonesia Cerdas (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 23 September 2019 - 21:15 WIB

Samsung Indonesia Cerdas Dongkrak Kompetensi Pendidikan di Indonesia

Samsung Electronics Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menandatangani kesepakatan "Samsung Indonesia Cerdas" dan memperkuat kemitraan pemerintah dan swasta di bidang…

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Senin, 23 September 2019 - 21:00 WIB

Pancaroba Politik, Rizal Ramli: Perubahan di Indonesia Bisa Maju Atau Justru Mundur

Tokoh nasional Rizal Ramli mengatakan, Indonesia tengah memasuki pancaroba. Namun, yang dimaksud bukan terkait dengan perubahan cuaca, melainkan perubahan politik.