INDUSTRY.co.id - JAKARTA,  -- Setelah Pensiun dari Polri , Kepala Badan Inteljen Negara (BIN) Haji  Budi Gunawan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan. Salahsatunya  dengan menjadi Wakil Ketua Majelis Pakar Dewan Masjid Indonesia. Budi Gunawan  terlihat  menghadiri acara Pelantikan Pimpinan Pusat  Dewan Masjid Indonesia  yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Gambir Jakarta Pusat beberapa hari lalu

Advertisement

BG begitu panggilan akrabnya mengatakan, ia bersedia menjadi pengurus Dewan Masjid Indonesia karena diberikan amanah sebagai Pimpinan Pusat  Dewan Masjid indonesia  Periode 2017-2022. Menurutnya, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dapat menjalankan  tujuannya untuk  mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat Dakwah, pengembangan masyarakat dan persatuan umat. "Karena masjid juga menjadi salah satu tempat untuk mencerdaskan dan membangun ekonomi umat," katanya.

Organisasi yang didirikan pada tahun 1972  ini juga bermaksud untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, akhlaq mulia dan kecerdasan umat serta tercapainya masyarakat adil makmur. "Dengan kepengurusan DMI yang baru kami harapkan bisa bekerjasama dalam hal apapun," ujarnya.

Advertisement

BG menambahkan, Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia  yang telah terbentuk ini diharapkan mampu untuk menyatukan umat dan mengembangkan ekonomi kesejahteraan umat. "Kita harapkan dewan masjid indonesia menjadi pemersatu umat, dan tujuan utama adalah mensejahterakan umat., saya  juga berharap, DMI tetap pada jalurnya dan tidak dimanfaatkan untuk berpolitik." ujarnya

Adapun kepengurusan DMI yang baru yang baru terbentuk ini adalah hasil muktamar yang telah diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede pada 10-12 November 2017 lalu.

Advertisement

Seperti diketahui, dalam beberapa poling yang dilakukan lembaga survey nama Budi Gunawan sempat disebutkan menjadi wakil presiden yang cocok untuk mendampingi Jokowi pada pemilihan presiden 2019 mendatang. Bahkan survey yang dilakukan oleh Polmark Reseach Center menyebutkan, Pasangan Jokowi-BG mencapai 65 persen pemilih mengungguli pasangan Jokowi-Muhaimin Iskandar (64 persen), Jokowi-Chairul Tanjung (64,6 persen), Jokowi-Agus Harimurti Yudhoyono (63,5 persen), Jokowi-Gatot Nurmantyo (63,1 persen). (AMZ)

Advertisement