INDUSTRY.co.id - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher mengajak warga untuk ikut serta menyukseskan Gerakan Nasional Penanaman 50 Juta Pohon Cabai di Pekarangan Rumah yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
        
"Dan saya kira, gerakan menanam cabai di pekarangan rumah ini bisa menjadi solusi terkait kenaikan harga cabai saat ini," kata Ahmad Heryawan, saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Dokumen Pelaksanaan DPA SKPD Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate Bandung, Kamis (5/1).
        
Ia akan menginstruksikan lima OPD di Provinsi Jawa Barat seperti Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Perkebunan serta Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menyukseskan Gerakan Menanam Cabai di pekarangan rumah.
        
"Sekali lagi, kami menilai ini cara natural dalam menyelesaikan harga cabai di Jawa Barat. Jadi tolong dikoordikan dengan kabupaten/kota setempat," kata dia.
        
Dinas Pertanian Jawa Barat, lanjut Aher, selama 10 hari ke depan sudah mulai menyemai pohon cabai untuk menyukseskan gerakan menanam cabai di pekarang.
        
"Insya Allah kita akan mencari waktu yang tepat untuk mencanangkan gerakan menanam cabai di pekarang untuk wilayah Jawa Barat," kata dia.

Menurut dia, kenaikan harga cabai yang terjadi saat ini salah satunya disebabkan oleh faktor cuaca yang musim penghujan yang cukup panjang selama tahun 2016 telah membuat produksi cabai menjadi berkurang.
       
 "Ketika hujan panjang, kemarau basah pasti stok berkurang, ya ini tentu kita antisapi. Dan antisipasinya jangan impor tapi mendorong penanam cabai atau memodernkan cara bertani kita," kata dia.
        
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Hening Widiatmoko kepada Antara mengatakan harga cabai rawit di sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Jawa Barat seperti di Kota Bandung telah mencapai Rp100-Rp120 ribu per kilogramnya.
        
"Memang harga cabai, khususnya cabai rawit di Jawa Barat selama dua bulan belakang ini cenderun naik. Cuma jika dibandingkan daerah lainya yang bukan central produksi cabai kita (kenaikannya) masih rendah, karena seperti di Kalimantan Timur itu sampai Rp250 ribu per kilogram," kata Hening Widiatmoko, di Gedung Sate Bandung.
        
Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit di Provinsi Jawa Barat terjadi karena stok atau persediannya yang berkurang dan dampak dari musim hujan yang cukup panjang selama tahun 2016 kemarin. (Hrb)