INDUSTRY.co.id - Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya DR. Rizal Ramli menduga ada upaya dari kalangan elite dan Oligarki yang ingin kembali ke rezim lama. Hal ini disampaikan Rizal Ramli saat berkunjung ke rumah dinas Menteri KP Susi Pudjiastuty. Sabtu (6/1/2018).
Saat ditanya upaya apa yang dilakukan elite dan Oligarki, DR. Rizal hanya menjawab secara singkat.
"Ada upaya (ke rezim lama) dan itu harus dilawan," kata DR. Rizal Ramli.
Contoh upaya untuk kembali ke rezim lama, sambung DR. Rizal, seperti, kembali memberikan izin kepada kapal-kapal asing untuk mecuri ikan di lautan Indonesia, termasuk tekanan dan lobi-lobi yang dilakukan untuk memecat ibu Susi.
"Untuk itu, saya ingatkan kembali Men KP Bu Susi untuk melanjutkan pembangunan perkampungan Nelayan dan Pasar Lelang Ikan Besar di Natuna," sambung DR Rizal.
Menurut RR, Jika solusi (pembangunan perkampungan nelayan) itu dilaksanakan, kehadiran ratusan ribu nelayan di Natuna, sementara atau migrasi, akan memperkuat eksistensi dan kedaulatan NKRI di kepulauan Natuna dan Laut Natuna Utara.
"Pembangunan tersebut bertujuan untuk Nelayan dan Pengusaha Kapal Ikan Pantura Lebih Makmur, sekaligus memenuhi janji nelayan Tegal dan Pantura, menyangkut masalah yang dihadapi," jelasnya.
"Ibu Susi bersemangat, sangat setuju dengan saran tersebut. Karena Nelayan dan pengusaha kapal ikan Pantura bisa hidup lebih makmur, sekaligus menjaga sustainability laut Pantura.
Selain itu, dalam pertemuannya dengan Men KP Susi, DR. Rizal membahas jalan keluar untuk meningkatkan pendapatan nelayan dan pemilik kapal.
Terutama agar ribuan kapal diatas 30 DWT diberikan izin tangkap di daerah gemuk laut Natuna, karena lebih dekat dengan pasar seperti Singapora, Hongkong, Taiwan dsb.
Kapasitas tangkap sustainable di Natuna akan naik dari 16% ke 90an%, nelayan dan kapal asal Pantura akan lebih makmur.
Sehingga di pantura Jawa, tinggal kapal-kapal dibawah 30DWT, sehingga bisa menangkap ikan lebih banyak, tidak perlu lagi bersaing dengan kapal di atas 60DWT.