INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sungguh ironis kasus yang terjadi pada Sabtu (06/01/2018) dimana para pelanggan parkir di apartemen Kalibata City menjadi sulit untuk mengikuti prosedur pembayaran guna memperpanjang parkir berlangganan mereka untuk bulan ini.
Padahal, saat ini pemerintah, berbagai pihak yang berkepentingan serta masyarakat pada umumnya sedang giat-giatnya mengembangkan sistim transaksi secara digital melalui berbagai platform tertentu yang didisain untuk berbagai keperluan agar dapat dilakukan secara online.
Dengan prosedur yang ditetapkan saat ini, seorang pelanggan parkir Kalibata City harus mengantri terlebih dahulu untuk memperoleh blanko di Customer Service yang terletak di lantai satu pada setiap tower apartemen di Kalibata City.
Setelah blanko diperoleh, pelanggan tersebut baru pergi ke loket pembayaran parkir Secure Parking yang terletak di Basement 2 (level B2) apartemen Kaibata City. Di loket tersebut, pelanggan juga diharuskan mengantri.
Loket buka dari jam 8 pagi hingga 9 malam. Sungguh membutuhkan tenaga ekstra untuk naik turun tangga guna melakukan transaksi pembayaran seperti ini. Pasalnya, Kalibata City tidak menyediakan lift ataupun eskalator untuk mengakses level B2 tersebut.
Seorang penghuni apartemen Kalibata City, mengemukakan, sudah saatnya pengelola Kalibata City bekerja sama dengan Secure Parking mendisain sebuah platform online untuk mendukung transaksi pembayaran parkir tersebut.
“Disamping untuk pembayaran parkir, platform tersebut kedepan juga dapat dikembangkan untuk transaksi pembayaran lainnya, misalnya untuk membayar IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan-red),” ujar seorang pria penghuni Apartemen Kalibata City, Jakarta, Sabtu (06/01/2018).
Karena itu, demikian pria yang enggan disebutkan namanya itu, pengelola Kalibata City dapat melakukan dua opsi (pilihan). Pertama, pihak pengelola dapat menyederhanakan prosedur pembayaran tersebut sepraktis mungkin sehingga pelanggan tidak perlu mondar-mandir dari Customer Service Kalibata City ke loket Secure Parking.
“Bisa saja kan sistim pembayarannya dikembalikan seperti semula, dimana kita bisa langsung membayar kewajiban kita di loket yang tersedia. Jadi gak perlu mondar-mandir gak jelas begini,” tukas pria tersebut.
Kedua, menurut pria tersebut, pengelola Kalibata City diminta menyediakan tempat yang nyaman dan mudah diakses oleh para pelanggan untuk melakukan transaksi pembayaran parkir berlangganan tersebut.
Hal itu penting karena nilai transaksi parkir di Kalibata City tidak sedikit dan jangan disepelekan. Disamping itu, hal tersebut berguna untuk meningkatkan keamanan bagi pelanggan yang bertransaksi dan Secure Parking selaku vendor yang menerima duit.
Kendati saat ini sudah ada layanan pembayaran dengan sistim transfer via beberapa bank komersil, tetapi sangat disayangkan. Pasalnya, setelah pelanggan mentransfer biaya parkir ke bank-bank yang ditunjuk tersebut, mereka tetap diminta untuk melaporkan hal tersebut ke loket pembayaran. Jadi ternyata belum praktis.
Karena itu, pria tersebut menegaskan, pengelola Kalibata City dan Secure Parking diminta untuk membuat suatu platform online yang dapat melayani para pelanggannya melalui jaringan internet. Itu adalah langkah paling tepat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi seperti sekarang ini.
“Melalui platform seperti itu, pelanggan tidak harus bersusah payah melaksanakan kewajiban mereka. Pasalnya, mereka bisa lakukan hal tersebut melalui gadget mereka masing-masing,” pungkas pria tersebut. (Abraham Sihombing)